logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 MURIA
Line

Jembatan Vital Rusak Parah

  • Warga Inginkan Perbaikan Segera

JEPARA -Jembatan yang menghubungkan antara Desa Panggung, Kecamatan Kedung dan Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara sudah satu tahun ini rusak parah. Jembatan tersebut termasuk lalu lintas vital karena dilalui mobil angkutan jurusan Kadungmalang, Kecamatan Kedung - Ngabul, Kecamatan Tahunan. Beberapa warga setempat menuturkan, akibat kerusakan itu mobil yang lewat sering terperosok di tengah jembatan. Bahkan beberapa warga mengatakan, seminggu lalu ada dua mobil yang terperosok.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, jembatan sepanjang kurang lebih 20 meter yang melintang di tengah sungai pembatas Desa Panggung dan Surodadi tersebut pada bagian ujung barat tidak lagi beraspal. Besi penyangga dan besi pengaman kanan kiri jembatan rusak parah. Untuk bisa melintas, beberapa warga terpaksa menggunakan kayu papan darurat yang ditata di badan jalan jembatan.

Menurut penuturan Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Panggung H Shodikin, jembatan tersebut rusak diantaranya disebabkan oleh aktivitas pembangunan proyek jalan dan jembatan di Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung. "Truk-truk pengangkut barang berat yang lewat jembatan itu sangat banyak sehingga lama-kelamaan aspal dan besi penyangganya ambrol," tuturnya.

Dia juga mengatakan, warga desa tersebut sudah beberapa kali melapor secara resmi kepada Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten (DPUK). Namun hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan. "Kami secara resmi sudah mengirim surat tiga kali perihal kerusakan jembatan ini kepada Pak Bupati. Namun sampai saat ini belum ada perbaikan," katanya.

Dia menambahkan, Kamis (2/9) lalu ada kabar DPUK akan mengecek ke lokasi, tetapi kemarin setelah ditunggu warga, ternyata tidak ada pengecekan dari DPUK.

<B>Mengeluh<P>

Beberapa sopir angkutan yang berhasil ditemui mengharapkan perbaikan jembatan tersebut segera terealisasi. Pasalnya, jalur tersebut merupakan satu-satunya jalur angkutan dari Desa Panggung dan Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung ke Kecamatan Tahunan.

Akibat kerusakan itu, sopir angkutan atau mobil truk yang akan melintas di jembatan tersebut terpaksa turun dari mobil untuk menata kayu sementara. "Saya harus turun dari mobil dan menata kayu selama lima sampai sepuluh menit, baru bisa lewat. Sehabis ditata, kayu itu kocar-kacir lagi," kata Didik (24), sopir angkutan yang mengaku prihatin jika hendak melintas di jembatan itu.

Keluhan senada dituturkan Ari (31), sopir angkutan. <I>"Arep lewat ndadak mudhun dhisik<P>(Mau lewat harus turun dulu -- Red)," ujarnya. Ia ingin Pemkab memperhatikan dan segera memperbaiki jembatan tersebut.

Sementara itu Bupati Jepara Drs Hendro Martojo MM saat dimintai tanggapannya mengenai jembatan tersebut mengakui, kondisi jembatan itu memang sudah sangat parah. Ia menyatakan telah melakukan audiensi dengan warga setempat, beberapa waktu lalu. Namun mengenai realisasi baru akan dilaksanakan ada tahun 2005. "Kami sudah melakukan audiensi dengan warga. Kami jelaskan, jembatan itu akan dibangun pada tahun 2005, mengingat pada tahun ini belum dianggarkan. Jadi, rencana pembangunan jembatan itu masuk anggaran tahun 2005," tuturnya. (mds-15n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA