logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 MURIA
Line

Produk Hukum Menunjang Sukses Keluarga Berencana

SALAH satu dari beberapa bupati/wali kota di Jawa Tengah yang menerima penghargaan Lencana Manggala Karya Kencana dari BKKBN adalah Bupati Pati, Tasiman SH. Penyematan lencana tersebut dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Wonogiri, Rabu (1/9) lalu.

Suara Merdeka yang menemui Bupati seusai penyerahan lencana itu menanyakan tentang kriteria pemberian penghargaan tersebut. Tasiman mengatakan, berdasarkan ucapan selamat yang disampaikan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Pati dinilai mempunyai andil jasa dan berperan dalam mendukung keberhasilan program KB Nasional untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

SM: Contoh konkretnya?

Bupati: Melalui produk hukum sebagai dasar pelaksanaan operasional, memang sangat menonjol. Di antaranya, Perda Nomor 17/2003 Tanggal 22 Desember 2003. Jika semula lembaga itu bernama Kantor BKKN, kini telah masuk menjadi dinas dan perangkat daerah sehingga berubah menjadi Dinas Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (DKBKS).

Selain itu, ada juga produk hukum yang mengatur tentang pemutakhiran data basis keluarga melalui kegiatan pendataan keluarga tahun 2003. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengeluarkan SK tentang Pembentukan Tim Koordinasi Kabupaten (TKK) Program Kompensasi Pengurangan Subsidi BBM untuk bidang kesehatan.

Bagaiamana aplikasinya?

Sebagian dari kompensasi subsidi BBM tersebut dialokasikan untuk memberikan pelayanan KB secara cuma-cuma kepada keluarga miskin. Pihaknya juga mengeluarkan keputusan No 411.2/594/2004, Tanggal 6 Agustus 2004 yang menetapkan kelompok kerja operasional pos pelayanan terpadu (Pokja Posyandu). Tim pembinanya berasal dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) yang bertugas memberikan wadah pelayanan KB di pedesaan.

Bagaimana penanganan Kantor BKKBN Kabupaten Pati yang kini berubah menjadi DKBKS?

Sesuai dengan keputusan Nomor 821.2/398/2004 Tanggal 28 Mei 2004, Kepala DKBKS diangkat dalam jabatan struktural dengan eselon IIb. Selain itu, ada pengangkatan jabatan struktural eselon III dan IV di lingkungan DKBKS.

Apa masih ada prestasi lainnya?

Yang menonjol dan dicapai dengan mantap yaitu pencapaian program KB dan KS. Bahkan pelayanan peserta KB baru sejak 2001 selalu diselesaikan 100% melebihi target yang dicanangkan. Sebagai bukti, pada tahun 2000 (116,23%), 2001 (116,22%), 2002 (104,69%), dan 2003 (113,88%).

Demikian pula program KB Mantap selalu meningkat dari tahun ke tahun, terutama KB melalui medis operasi wanita (MOW) dan medis operasi pria (MOP). Bahkan peserta KB aktif pun cukup tinggi, yaitu 78,53 %.

Bagaimana tentang pengendalian kelahiran?

Program itu juga cukup berhasil. Belum lagi dalam hal pemberdayaan keluarga. Tentang prestasi, pernah meraih juara III UPPKS Tingkat Provinsi, juara asah terampil kesulitan reproduksi remaja (KRR), juara karya tulis, dan juara II BKB Tingkat Jawa Tengah. (Alman Eko Darmo-15n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA