| Sabtu, 04 September 2004 | MURIA |
Petani Garam Kelebihan Stok Panen
JEPARA - Sekitar 350 petani garam di empat desa di Kecamatan Kedung, Jepara kelebihan stok hasil panen. Akibatnya, harga garam pada musim panen beberapa bulan ini sangat rendah. Puluhan ton garam terpaksa disimpan di gudang-gudang tambak garam dan di gudang sejumlah koperasi penjualan garam. Empat desa dimaksud adalah Desa Kedungmalang, Panggung, Bulakbaru, dan Desa Surodadi. Semuanya ada di wilayah Kecamatan Kedung. Keterangan itu dilontarkan Ketua Koperasi Tirta Tani Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Sukahar. Ia mengatakan, hingga saat ini para petani di empat desa tersebut masih terus memproduksi garam di atas lahan seluas kurang lebih 160 ha. Namun akibat kalah bersaing dalam perang harga dengan daerah lain, terutama dari Kecamatan Juana, Pati, mereka terpaksa menimbun hasil panennya. Koperasi Tirta Tani sebagai koperasi primer yang membeli garam dari petani langsung untuk diolah menjadi garam briket (yang telah dikemas) beryodium, sampai saat ini masih terus berproduksi. Rata-rata jumlah produksinya sekitar satu ton garam per bulan. Namun karena harga garam briket juga kalah bersaing dengan daerah lain, penjualan pun tersendat. Akibatnya, stok produksi yang siap jual menumpuk di gudang koperasi. Dia mengatakan, garam briket per pak dengan berat kurang lebih 2 kg harganya Rp 450. Para pedagang dari daerah lain menjual barang yang sama dengan harga Rp 350. "Karena itu, wajar bila pasar di Jepara lebih memilih garam dari daerah lain karena harganya relatif lebih murah," katanya. Empat Koperasi Di empat desa tersebut terdapat empat koperasi yang menjadi pembeli tetap garam dari petani secara langsung. Selain koperasi Tirta Tani, ada juga koperasi Dadi Mulyo dan koperasi Tirta Barokah yang berlokasi di Desa Surodadi, dan satu koperasi lagi di Desa Bulakbaru. Berdasarkan pantauan di sejumlah tambak garam di sepanjang Desa Bulakbaru sampai ke Desa Kedungmalang, dijumpai tumpukan garam, baik di pematang, di pinggir jalan, maupun di dalam gudang. Sukahar berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan strategis untuk memproteksi dan mengatur sirkulasi garam di Jepara. (mds-15n) |