logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 SEMARANG
Line

Nekat Beroperasi 35 Pelacur Sembir Diciduk

SALATIGA - Nekat beroperasi di bekas Lokalisasi Sarirejo (Sembir), Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo Salatiga, 35 pelacur diciduk petugas Reskrim Polres Salatiga, Kamis malam (3/9). Selain pelacur yang sedang beroperasi, mereka juga mendapatkan sejumlah pria hidung belang yang sedang bertamu.

Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan jajaran Reskrim Polres Salatiga tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Bambang Sutanto dan Kasat IPP AKP Wisnu, mulai pukul 22.00 hingga pukul 00.00 dini hari.

Setiba di bekas Lokalisasi Sembir, petugas langsung memblokir akses jalan keluar dari tempat tersebut. Petugas yang datang dengan menggunakan beberapa kendaraan dan satu truk Dalmas tersebut, membuat para pemilik rumah (induk semang), pelacur, dan pria hidung belang kebingungan hendak melarikan diri.

Mengetahui tempat tersebut sudah dikepung petugas, mereka akhirnya pasrah untuk diperiksa polisi. Sedikitnya 15 rumah yang dicurigai petugas dan biasa dipakai untuk beroperasi, hanya 10 rumah yang kedapatan berisi pelacur.

Beberapa induk semang mengakui, tamu yang datang ke rumah mereka sudah jarang setelah lokalisasi ditutup beberapa tahun lalu. "Karena tidak ada tamu, akhirnya mereka pulang kampung dan berusaha mencari tempat lokalisasi yang lain," ujar Jum (45).

Dalam operasi tersebut petugas juga memergoki beberapa pasangan yang berada di dalam kamar. Bahkan, beberapa di antaranya enggan membukakan pintu ketika diketuk, dan akhirnya petugas membuka paksa.

Diperbolehkan Pulang

Salah seorang pelacur mengungkapkan, mereka melakukan pekerjaan tersebut karena tidak ada jalan lain untuk mencari pekerjaan. Menurut dia, selama melakukan pekerjaan itu mereka juga tidak mengganggu ketenteraman orang lain. "Kami di sini kos, dan para tamu datang sendiri ingin menemui kami," ujar dia.

Sebanyak 35 pelacur itu kemudian diinapkan di Mapolres Salatiga, sedangkan beberapa tamu yang datang diperbolehkan pulang setelah identitas mereka didata oleh petugas.

Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Bambang Sutanto melalui Kanit I Reskrim Ipda Lukman mengatakan, operasi yang dilakukan semalam dalam rangka penertiban dan pembinaan di bekas lokalisasi Sembir. "Karena tempat tersebut sudah ditutup, pelacur itu dikenai pelanggaran tindak pidana ringan dan ditahan 1x24 jam. Selama ditahan di Mapolres mereka menerima pembinaan dari Bina Mitra Polres Salatiga agar sadar, dan selanjutnya dikembalikan ke daerah asal mereka," ungkap dia.

Dalam operasi Kamis malam itu, petugas juga melakukan upaya mencari para tersangka kejahatan, karena biasanya mereka mangkal di lokalisasi.

Namun, hingga operasi selesai tidak ditemukan para pelaku kejahatan.

Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Pemkot Salatiga Drs Petrus Resi MSi mengatakan, daerah Sarirejo (Sembir) bukan lagi tempat lokalisasi. Karena itu, kegiatan prostitusi di bekas lokalisasi tersebut ilegal.

"Lokalisasi Sarirejo (Sembir) dinyatakan sudah ditutup dan dilarang sebagai tempat lokalisasi. Jika masih dioperasikan sebagai lokalisasi, petugas kemanan berhak menindaknya," tegasnya. (H2-73b)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA