| Sabtu, 04 September 2004 | SEMARANG |
RS Sultan Agung Sediakan Rp 360 Juta untuk Pasien MiskinSEMARANG- Untuk membantu pasien kurang mampu, Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung menyediakan dana kesehatan Rp 360 juta tahun ini. Angka tersebut dianggarkan bagi 10-15 orang per bulan dengan alokasi bulanan Rp 30 juta. Mengingat tinggi minat masyarakat, rumah sakit yang sedang gencar mewujudkan jargon ''Hospital Tanpa Dinding'' itu menyuntikkan dana dalam bentuk subsidi bervariasi hingga 50%. "Jumlah bantuan memang berbeda-beda, bergantung pada kondisi ekonomi dan penyakit pasien, bisa 25 - 50%. Untuk mengaksesnya, tidak ada persyaratan rumit. Hanya menunjukkan surat keterangan tidak mampu," ungkap Wakil Direktur Keuangan dan Umum Heri Poerbantoro didampingi Humas dan Marketing Miftachul Izah, kemarin. Hingga tengah tahun ini, angka pasien yang mengajukan dana tersebut cukup tinggi sehingga pihaknya kewalahan. Lebih-lebih dana yang tersedia terbatas. Untuk mengatasi kekurangan anggaran tersebut, rumah sakit itu bahkan menggunakan dana BAZIS (Badan Amil Zakat, Infak, dan Sekedah) dan dana sosial RS. "Kebetulan ada dana-dana yang masuk dari perusahaan yang punya komitmen pada kesehatan, tapi jumlah dan waktunya tidak bisa ditentukan. Jadi, kalau pas tidak ada, kami terpaksa mengambil dari cadangan dana sosial RS," jelasnya. Selain membuka kesempatan pengobatan bagi warga kurang mampu, pihaknya saat ini terus mengambangkan tiga desa binaan, yakni Genuksari, Sembungharjo, dan Karangasem, Sayung. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pengobatan gratis, pembiayaan sekolah siswa kurang mampu selama setahun penuh, dan pembinaan kesehatan. "Pembinaan kesehatan ini yang kita prioritaskan, karena warga tiga desa itu sebelumnya punya tingkat kesadaran pada kesehatan yang sangat rendah. Hampir semua SD dan rumah tidak memiliki jamban," katanya. Dia berharap tahun depan pihaknya bisa menambah lagi desa binaan. Melalui kegiatan open house yang akan digelar selama September dan Oktober, pihaknya mengharapkan masyarakat tahu bahwa segmen RSI Sultan Agung tidak hanya kalangan atas. Rangkaian kegiatan menyambut ulang tahun ke-33 tersebut akan diisi pengobatan dan pemeriksaan gratis ke masyarakat seperti deteksi dini osteoporosis, pemeriksaan refraksi mata, pemeriksaan gigi, operasi katarak, dan donor darah. Dalam kegiatan ilmiah, pihaknya akan membahas masalah-masalah penting seputar malpraktik dalam pelayanan kesehatan dan pemakaian kosmetik medik dengan pemakaian kolagen dan silikon. (rei-89) |