| Sabtu, 04 September 2004 | SEMARANG |
Kontrak Sosial Efektif Cegah Perpeloncoan
SEMARANG-Kontrak sosial secara tertulis terbuktif efektif untuk mencegah perpeloncoan yang mengarah pada kekerasan terhadap mahasiswa baru. Setidaknya itu yang terjadi selama Program Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi (FE) Undip. Bahkan dalam penutupan acara itu, digelar pertunjukan barongsai. Kelompok barongsai Tiong Gie Tong dari Cetiya Setia Budi menampilkan gerak-gerak akrobatik di hadapan 900-an mahasiswa baru FE, yang memadati pinggir lapangan Undip Pleburan, Jumat (3/9). Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, FE Undip merupakan satu-satunya fakultas yang melibatkan mahasiswa secara langsung di dalam PPMB. Pada fakultas lain, acara serupa dikendalikan sepenuhnya oleh dekanat. Keterlibatan mahasiswa sebatas sebagai pemateri, pada topik kegiatan kemahasiswaan. "Kami ingin merangkul semua pihak dalam PPMB. Konsep dasarnya, keterlibatan semua pihak. Sebab, FE bisa maju karena kerja sama semua unsur itu," ujar Dekan FE Undip Dr H Chabachib MSi Akt, di sela-sela upacara penutupan PPMB. Hal itu juga diakui Yulia Dewi Insani, Ketua BEM FE Undip yang diwawancarai secara terpisah. Sejak penyusunan konsep, menurut Yuli, pihak dekanat melibatkan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE diberdayakan sepenuhnya untuk operasional acara tersebut. Kendati demikian, pihak dekanat selalu memantau pelaksanaan kegiatan. Sebab, seminimal mungkin ekses negatif harus dihindarkan. "Saya wanti-wanti betul kepada mahasiswa untuk menaati tata tertib yang telah ditentukan. Bukan cuma untuk peserta, namun juga panitianya. Kepada mereka, dibuatkan semacam kontrak sosial tak tertulis untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan," imbuhnya. Karena itu, begitu muncul pemberitaan bahwa ada kekerasan dalam pelaksanaan PPMB di FE, Rabu (1/9) lalu, Chabachib segera mengambil langkah cepat. Ia mengumpulkan seluruh panitia yang terlibat untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. "Ternyata, anak yang pingsan itu memang sudah agak sakit sejak dari rumah. Ia memaksakan diri ikut kegiatan, akibatnya drop ketika di lapangan." Ekspo Kemahasiswaan Sementara itu, BEM dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di lingkungan Undip menggelar ekspo kemahasiswaan, dalam menyambut mahasiswa baru. Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Undip Pleburan berlangsung dua hari, mulai kemarin sampai hari ini. Ekspo kemahasiswaan itu diikuti puluhan UKM yang ada di Undip, seperti Wapeala, UKM Kesenian Jawa, UKM Teater, KSR-PMI, Menwa, dan Kerohanian Islam. Selain itu, terlihat sejumlah UKM bela diri, seperti Inkai, Margaluyu, Merpati Putih, dan Kempo. Sayang, hingga Jumat (3/9) sore masih terdapat stan yang melompong tanpa penjaga. Cuma ada papan nama stan dan komputer yang tidak menyala. Ketika Suara Merdeka mengunjungi ekspo tersebut, terlihat sejumlah stan dipenuhi oleh mahasiswa yang datang. Pada umumnya, mereka melihat-lihat hal-hal yang disajikan dalam stan-stan yang ada. Sebagian yang lain bertanya serius kepada penjaga stan, tentang kegiatan yang menarik perhatian mereka. (amp,wid-89) |