logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 SEMARANG
Line

Pengerukan Saluran Sendangmulyo Sementara

BALAI KOTA - Pengerukan saluran Sendangmulyo, hanya bersifat sementara agar pada musim hujan, wilayah itu tidak kebanjiran. Selanjutnya dinding saluran perlu diperkuat dengan pasangan batu. dan dasar saluran juga perlu dilapisi semen agar tidak terjadi gerusan.

Penjelasan itu disampaikan Kasi Drainase Kota DPU Kota Semarang Heru Bramono ST MM, Jumat (3/9). Dia mengemukakan, penguatan dinding dan dasar saluran perlu dilakukan agar tidak terjadi gerusan aliran air.

Dia menjelaskan, pengerukan yang dilakukan dengan Begu dari DPU hanya pada saluran-saluran utama. Aliran air dari berbagai saluran utama itu, akan terkumpul di sebelah selatan Perumnas Klipang Golf atau utara tempat pembuangan akhir sampah. ''Saluran ke Kali Babon itu juga akan kami perdalam,'' kata dia.

Dia mengemukakan, saluran merupakan sebuah kesatuan sistem yang penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial. Maka dia menyarankan setelah pengerukan, saluran lain perlu diperbaiki.

Dia memberi contoh untuk saluran di sisi utara Jalan Bukit Bougenvile di bawah Perumnas Sendangmulyo. Saluran itu menerima aliran air dari Perumnas yang letaknya lebih tinggi.

Kalau saluran penuh lumpur, berarti ada transportasi sedimen besar-besaran. Hal itu, bisa terjadi antara lain karena aliran air pada saat hujan cukup cepat dan menggerus dasar saluran. Maka setelah normalisasi, warga Perumnas bersama pengembang perlu diajak bersama-sama memperbaiki saluran.

Diakuinya, warga Kota Semarang memang membutuhkan permukiman baru. Namun hal itu harus diperhitungkan secara cermat, termasuk yang berkaitan dengan infrastruktur saluran dan jalan. ''Idealnya, saat kawasan itu dijadikan sebagai kawasan permukiman, semua saluran dan jalan sudah diperhitungkan,'' kata dia.

Secara terpisah, Lurah Sendangmulyo Soekamto SH menyatakan akan mencoba mengajak warga dan pengembang untuk memperbaiki saluran lingkungan. Namun hal itu tidak mudah, karena warga belum tentu memiliki dana untuk keperluan itu. ''Tapi saya akan mencoba mengajak warga bekerja bhakti memperbaiki saluran-saluran kecil di depan rumahnya masing-masing,'' kata dia.

Pemulihan Lingkungan

Drainase tambang dan kolam pengendapan merupakan bagian dari upaya pencegahan kerusakan lingkungan. Hal itu telah diatur dalam keputusan menteri pertambangan dan energi.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Jateng Ir Eddy Haryono Dipl Eng mengemukakan hal itu, Jumat (3/9), saat pertemuan dengan pada penambang Bukit Sendangmulyo. Dalam pertemuan itu salah seorang penambang, H Mulyadi, menanyakan soal pembuatan saluran khusus pertambangan.

Menjawab pertanyaan itu, Eddy Haryono mengungkapkan, masalah drainase tambang sudah diatur dalam Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1211.k/008/M.PE/1995. Pasal 9 peraturan itu menyebutkan, sebelum dibuang ke saluran umum, air permukaan di area penambangan harus dialirkan lewat saluran ke kolam pengendapan yang harus dibuat pada lokasi yang stabil, terpelihara, dan berfungsi dengan baik.

Masuk Sungai

Sementara itu, pakar hidrologi Undip Dr Ir Robert Kodoatie MEng mengemukakan, penanganan penambangan galian C harus berorientasi pada pemulihan lingkungan. Dia menilai, tindakan menahan begu tidak menyelesaikan masalah.

Dia menyarankan, tindakan itu merupakan upaya terakhir apabila penambang tidak bisa dibina. Sebaliknya, jika penambang sudah menunjukkan kemauan untuk memulihkan lingkungan, hal itu perlu dihargai. (G6-64jr)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA