| Sabtu, 04 September 2004 | INTERNASIONAL |
Memperoleh Paspor, Anwar Ibrahim Bertolak ke JermanKUALA LUMPUR - Anwar Ibrahim, politikus Malaysia yang Kamis lalu dibebaskan dari tuduhan sodomi, mengatakan dia akan tetap beroposisi dan mempertanyakan komitmen partai berkuasa UMNO terhadap reformasi. Hal itu dia sampaikan ketika bersiap-siap bertolak ke Jerman untuk menjalani perawatan medis. ''Saya tidak menghindari diskusi dengan UMNO, bukan untuk bergabung kembali dengan UMNO, tetapi untuk menyepakai agenda bersama mengenai reformasi,'' kata Anwar kepada Reuters, sehari setelah keputusan bebas yang mengejutkan. Anwar telah menjalani hukuman penjara hampir enam tahun atas dakwaan melakukan sodomi dan korupsi yang menurutnya palsu. ''Saya komit pada agenda reformasi yang jelas dan tidak ada kepastian tentang tuntutan reformasi pada partai berkuasa tersebut.'' Anwar menggunakan hari pertama kebebasannya kemarin untuk memperoleh paspor baru sehingga dia dapat berangkat ke Munich untuk mendapatkan perawatan khusus bagi gangguan tulang punggungnya. Dia pergi ke kantor imigrasi di Kuala Lumpur. Dia dibantu para pengawalnya saat berjalan, dan mengenakan penyangga leher dan punggung yang menurutnya dibutuhkan untuk mengurangi rasa sakit. Beberapa saat kemudian, dengan menggerakkan kursi roda, Anwar melambaikan paspornya yang baru dicetak dan mengatakan: ''Setelah enam tahun, saya akhirnya bisa memiliki kembali paspor. Perdana menteri mengatakan saya orang bebas sekarang.'' Jalani Operasi Anwar ingin menjalani operasi di sebuah klinik spesialis tulang belakang di Munich untuk mengobati penyakit yang menurut keluarganya bisa menyebabkan kelumpuhan dan kerusakan syaraf permanen jika tidak diobati dengan segera. ''Kami harap dia bisa berangkat malam ini. Dia memang ingin berangkat malam ini,'' kata Azmin Ali, pembantu senior, di luar rumah Anwar di Kuala Lumpur. Para wartawan, fotografer, dan kru televisi berkumpul di sekitar rumah dua lantai tersebut. Anwar, mantan wakil PM yang beralih menjadi oposan berpandangan reformis setelah disingkirkan oleh pemimpin kawakan Mahathir Mohamad pada 1998, membutuhkan paspor baru karena dokumen diplomatiknya yang lama telah kedaluwarsa setelah Mahathir memecatnya dari pemerintahan. Di rumahnya, dia juga menerima beberapa tamu luar biasa, antara lain Khairy Jamaluddin - menantu PM Abdullah Ahmad Badawi - yang bertemu dengannya Kamis malam, dan adik ipar Mahathir. ''Pertemuan ini bukan politis. Ini pertemuan kekeluargaan. Dia seperti ibu bagi saya,'' kata Anwar tentang Saleha Ali, ipar Mahathir, yang ikut menikmati sarapan pagi bersamanya. Mengenai kunjungan Khairy, dia mengatakan: ''Dia datang hanya untuk melihat apa yang bisa dilakukan. Itu hanya kunjungan kekeluargaan. PM Abdullah lebih memprihatinkan kondisi medis saya. Tak ada isu lain yang dibicarakan kecuali fakta bahwa saya butuh paspor tersebut dengan segera.'' Berdasarkan hukum Malaysia, Anwar dilarang melakukan kegiatan politik sampai April 2008. Namun pengacara keluarganya mengatakan, tim hukum Anwar - yang bertambah semangat setelah keputusan Mahkamah Agung Kamis lalu - akan mengupayakan agar keputusan pidana lainnya, yakni korupsi, dicabut. Jika vonis tersebut dihilangkan, Anwar tidak akan menghadapi larangan apa pun dan dapat melakukan kegiatan politik dengan segera, kata pengacara Sankara Nair kepada Reuters, kemarin.(rtr-ben-46) |