logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 INTERNASIONAL
Line

Persaingan Bush-Kerry Masuki Tahap Akhir

NEW YORK - Presiden AS George W Bush dan penantangnya dari kubu Demokrat, John Kerry, melakukan kampanye sulit dalam persaingan tahap terakhir yang semakin sengit menuju ke Gedung Putih.

Segera setelah mengecam Kerry lemah dan plinplan, Bush segera meninggalkan New York - tempat dia dinominasikan sebagai kandidat presiden Partai Republik - ke Pennsylvania untuk memperoleh dukungan para pemilih. Negara Bagian Pennsylvania dianggap penting karena banyak pemilih mengambang yang belum memutuskan pilihannya.

Bush berencana berkampanye keliling lima negara bagian dalam waktu tiga hari sambil mencoba memanfaatkan slogan konvensinya yang menggambarkan dia sebagai penjaga kukuh Amerika dari serangan terorisme.

Kerry dan Senator John Edwards, calon wakil presidennya, melaju ke medan tempur lain di AS bagian timur, yakni di Negara Bagian Ohio.

Keduanya melanjutkan kembali kampanye keliling dengan melancarkan serangan balasan yang sengit terhadap Bush dan Wapres Dick Cheney.

Kerry Balas Serang

Senator Massachusetts itu, veteran Perang Vietnam yang mendapatkan bintang jasa, menyerang catatan militer presiden dan wapres. Dia menuduh kedua pemimpin AS itu menghindari tugas militer dalam Perang Vietnam.

''Saya tak akan punya komitmen untuk membela negara ini yang dipersoalkan oleh orang-orang yang menolak menjalani dinas militer ketika mereka bisa melakukannya dan menyesatkan Amerika ke kancah perang di Irak,'' kata Kerry, sehari setelah Cheney menuduhnya tidak pantas menjadi presiden.

''Biarlah saya mengatakan kepada Anda mengenai apa yang membuat seseorang tidak tepat untuk menjadi presiden dan tidak layak untuk menjalankan tugas,'' katanya, dengan nada geram.

''Orang yang menyesatkan negara kita ke dalam perang di Irak jelas tidak layak untuk memimpin negara ini.''

Kampanye tersebut memburuk, persis dua bulan menjelang pemilihan presiden pada 2 November.

Bush berharap konvensi tersebut akan memberinya keunggulan dalam jajak pendapat. Dalam konvensi itu, para pembicara meragukan kemampuan Kerry memimpin negara.

Mereka mengecam kandidat presiden Demokrat itu plinplan dan lemah ketika Ameria menghadapi ancaman teroris yang luar biasa.

Hasil survei pascakonvensi Kerry segera terkikis oleh kampanye para veteran Perang Vietnam yang pro-Bush. Kampanye tersebut memberikan kesan bahwa Kerry telah berbohong mengenai keberaniannya selama bertugas di Vietnam.

Kritik Pidato Bush

Pidato penerimaan Bush dikritik oleh harian-harian terkemuka AS sebagai terlalu banyak janji, sedikit perincian, dan tidak mengakui kesalahannya untuk menarik para pemilih moderat agar dia terpilih kembali.

''Presiden perlu berbicara pada sejumlah besar pemilih moderat yang merasa banyak kesalahan terjadi selama empat tahun terakhir. Dia harus membujuk mereka bahwa dia punya kapasitas untuk belajar dari kesalahan dan berbuat lebih baik. Itu berarti, pidato penerimaannya mengecewakan,'' tulis The New York Times.

Ketika kedua kandidat menyiapkan serangkaian kampanye televisi di berbagai negara bagian untuk membujuk para pemilih bahwa mereka dapat menambah lapangan pekerjaan, Kerry menyerang catatan ekonomi Bush.

Dengan judul ''Amerika yang Makin Kuat Dimulai di Dalam Negeri'', dia menuduh Bush menyembunyikan kebijakan-kebijakan ekonominya yang gagal.

Dia juga berjanji akan menciptakan lapangan pekerjaan, memotong pajak untuk keluarga kelas menengah, dan menurunkan biaya perawatan kesehatan.

Sementara Bush mendasarkan kampanyenya pada pendirian kukuhnya mengenai keamanan nasional dan hak AS untuk melakukan serangan mendahului terhadap tersangka teroris, dia tidak mau memusatkan perhatian pada kondisi ekonomi.

Kerry ingin mengambil keuntungan dari kelemahan Bush. Dia menyoroti fakta bahwa 2,4 juta orang kehilangan pekerjaan mereka, suatu isu yang bisa semakin memengaruhi pilihan para pemilih.

Ketika mereka mulai melakukan pertarungan terakhir, masing-masing kandidat presiden tersebut mendapat dana kampanye dari pemerintah federal sebesar 75 juta dolar AS.

Dana tersebut dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran besar yang dibutuhkan bagi keberlangsungan kampanye mereka sampai November mendatang, terutama biaya iklan.

Daerah-daerah kunci yang harus dikunjungi kembali oleh Bush dan Kerry adalah negara-negara bagian yang dihuni banyak pemilih mengambang, seperti Pennsylvania, Ohio, Iowa, Wisconsin, dan West Virginia. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA