logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 EKONOMI
Line

Inovasi untuk Tembus Pasar yang Makin Sulit

BISNIS pelumas atau oli akhir-akhir ini persaingannya bertambah ketat. Produk dari dalam negeri yang cukup banyak jenisnya, masih ditambah dengan produk-produk impor dari perusahaan-perusahaan besar dan telah punya nama di dunia, meramaikan pasar dalam negeri. Meski persaingannya sangat tajam, hal itu tak menyurutkan niat Ir Dhedi Aristianto MM, Direktur PT Hadira Megantara, Solo distributor oli Shell Amerika Serikat untuk wilayah Jateng - DIY, untuk mengembangkan pasar di Jateng dan DIY. Berikut petikan wawancaranya:

Tampaknya bisnis oli akhir-akhir ini menghadapi persaingan yang cukup tajam. Menghadapi persaingan itu, bagaimana kiat anda sebagai distributor oli merk Rimula, produk Shell Amerika ?

Oli produk luar negeri akhir-akhir ini memang semakin banyak masuk. Dengan kondisi pasar yang semakin sulit sekarang, tentunya kita tumbuh dengan inovasi-inovasi baru. Diharapkan dengan inovasi baru ini akan bisa menembus pasar yang sudah semakin sulit. Inovasi itu dilakukan perusahaan, setelah memperoleh masukan dari kami sebagai pengusaha dan kepanjangan tangan prinsipal (PT Shell Indonesia).

Kita berikan masukan pada mereka tentang kebutuhan yang ada di pasar dan pihak Shell merespons dengan bagus. Terbukti mereka melaunching produk impor dengan kualitas yang tetap bagus dengan harga yang kompetitif. Jadi inovasi sangat penting. Dengan inovasi produk, kita bisa masuk pasar yang semakin sulit.

Berapa pangsa pasar Shell di Indonesia saat ini ?

Saat ini pangsa pasarnya 10%. Target kita adalah paling tidak kita bisa meningkatkan pangsa pasar dengan angka 5%-l0% untuk tahun ini. Diharapkan akhir tahun ini bisa naik paling tidak menjadi 15%.

Apa yang anda lakukan untuk meningkatkan omzet penjualan ?

Tentunya kami lakukan pendekatan ke toko, antara lain dengan cara kita buat acara gathering. Dengan merangkul toko sebagai ujung tombak, kemudian dengan beberapa program promosi yang sekarang masih kami godok, diharapkan itu semua bisa menunjang kontribusi terhadap penjualan yang kita raih nanti.

Kalau melihat dari jumlah populasi bus dan truk di Jateng-DIY khususnya dan di Indonesia umumnya, potensi cukup besar.

Jika menghadapi persaingan dengan oli produk dalam negeri, bagaimana ?

Dengan Pertamina sendiri kami berani bersaing. Masyarakat sudah mulai paham sekarang, mereka sudah mulai pintar untuk membedakan kualitas, bukan cuma harga. Kalau dulu, mungkin orang berpikir soal harga. Saat sekarang kami yakin dengan harga yang sedikit lebih mahal tapi dengan kualitas yang jauh lebih bagus, masyarakat akan beralih ke sana.

Berapa banyak jenis Oli Rimula produksi Shell ?

Variannya banyak. Kami sekarang me-launching tiga produk, yaitu Rimula X 15W40-CH-4 pelumas mesin diesel multigrade performa tinggi untuk truk dan bus. Lalu Rimula D Extra 20W50 CG4, cocok digunakan truk dan bus bermesin turbocharged maupun diesel biasa dan Rimula D40-CF yang khusus dirancang untuk truk dan bus dengan beban kerja berat.

Menurut pengamatan anda, bagaimana kefanatikan masyarakat terhadap oli impor ?

Dengan pasar bebas seperti sekarang, konsumen berhak memilih. Kami menangkap, bahwa kecenderungan kebutuhan terhadap oli yang berkualitas akan meningkat dari tahun ke tahun. Dengan kualitas yang diharapkan tinggi, sementara produk-produk lokal tidak bisa memenuhi, dimungkinkan sekali masyarakat akan berpaling kepada oli-oli impor. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya oli impor masuk ke Indonesia.

Bisa dilihat, tahun-tahun belakangan ini banyak merek oli-oli impor baru bermunculan di pasar seperti : Penzoil, Top One dan masih banyak lagi, yang lima tahun sebelumnya belum pernah kita dengar namanya.

Apakah anda melihat banyaknya mesin kendaraaan bermotor banyak yang mengalami kerusakan antara lain karena kualitas pelumas yang digunakan rendah ?

Boleh dibilang seperti itu karena dengan pasar bebas, semua produk oli (di seluruh dunia) bisa masuk. Dan dengan proses yang akan berjalan, lama kelamaan masyarakat akan terdidik untuk bisa memilih mana oli yang bagus dan tidak bagus.(Subakti A Sidik-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA