logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 EKONOMI
Line

Mebel China Makin Banjiri Semarang

  • Berbahan Baku Kayu Merah

SEMARANG- Beragam produk mebel dari China akhir-akhir ini makin banyak di pasarkan di Semarang. Salah satunya di Semarang Plaza Jalan Agus Salim yang memajang puluhan set mebel dari negeri tirai bambu dengan berbagai model.

"Dari berbagai pameran yang kami gelar di sejumlah kota di Indonesia, ternyata minat paling besar ada di Semarang. Hingga saat ini sudah lebih dari lima set terjual," kata Zeng Guang Hua, pemilik mebel ditemui di lokasi pameran, kemarin.

Menurut dia, penggemar mebel China di Semarang ini sebagian besar adalah masyarakat kelas menengah ke atas terutama yang menyukai model-model klasik. Selain itu, mebel yang banyak didesain dengan sentuhan oriental ini banyak digunakan untuk koleksi.

"Selama ini jika konsumen di sini membutuhkan, banyak yang mencari ke Jakarta atau bahkan langsung ke China, karena itu pameran ini merupakan salah satu cara jemput bola. Harganya juga disesuaikan dengan kantong masyarakat di sini," jelasnya.

Bahan Baku

Mengenai bahan baku, Hua mengatakan seluruhnya berasal dari kayu merah. Kayu ini tumbuh di hutan rimba primitif China dan usianya rata-rata ribuan tahun.

"Di China kayu merah disebut sebagai raja semua kayu. Sebab, kayu ini pada usia 50 tahun baru tumbuh setinggi 1,3 meter," ujar dia. Bahkan, lanjutnya, semakin lama dipakai kayu ini semakin kuat dan terang.

Ia mengakui harga mebel China termasuk tinggi dibanding mebel produk dalam negeri.

Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi persaingan dan pasar lokal tidak terganggu. "Artinya, produk mebel ini punya segmen sendiri-sendiri," tandasnya.

Soal model, dia mengemukakan saat ini ada kecenderungan klasik dan minimalis modern.

Model klasik lebih disukai konsumen yang sudah mapan dan berusia di atas 40 tahunan, sedangkan minimalis modern lebih diminati keluarga muda dengan usia di bawah 40 tahunan. (G2-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA