| Sabtu, 04 September 2004 | BUDAYA |
Tidak Takut DibajakSEMARANG-Penyanyi dangdut Soleh Akbar yang telah meluncurkan dua album bercorak kolaborasi dangdut campursari koplo Jinak-jinak Merpati dan Penyanyi Jawa mengaku tidak takut album kaset dan VCD-nya direproduksi ilegal oleh para pembajak. Dia menyatakan tidak akan takut berkreasi hanya karena kenekatan pembajak. Dia optimistis penegak hukum di negeri ini akan terus berjuang menegakkan hukum, termasuk tidak memberi ruang gerak kepada para pembajak. "Saya sangat berharap pada Kapolda Irjen Pol Chaerul Rasyid," ungkap Soleh Akbar di tengah-tengah 100 anak yatim piatu dan para seniman musik dalam acara tasyakuran peredaran album terbarunya di kediamannya di Perumahan Sapta Prasetya Korpri Pedurungan, baru-baru ini. Sepuluh Album Tasyakuran juga diisi siraman rohani oleh KH Drs Ircham AR yang menguak rasa bersyukur kepada Allah bahwa dalam kerja kreatif seniman juga harus peduli membantu warga masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi. Acara yang diakhiri dengan diskusi seputar hidup kreatif itu dihadiri produser dan para artis pendukung album. Antara lain produser Rudy, Cik Chen, Kho Siek, Boy Suro, Jujuk Eksa, Arifin, Maryanto, Sonny, Roy HD, Moses Yuliarto, Asep, Della, Renny, Wiwik, Okky, Novita, Dewi, Nimas, dan Nia. Selain album Jinak-jinak Merpati dan Penyanyi Jawa yang telah beredar secara nasional, Soleh Akbar merencanakan menelorkan sepuluh album campursari, dangdut, dan pop Jawa. Satu di antaranya akan menampilkan duetnya bersama ratu dangdut Rita Sugiarto. "Semua lagu telah diaransir hingga memiliki sentuhan baru. Lagu Jinak-jinak Merpati karya Manthou's sengaja saya populerkan kembali dengan sentuhan musik yang berbeda," kata Soleh. Sebelumnya Soleh Akbar yang pantang mundur dari dunia recording ini telah banyak melahirkan album pop Jawa dan pernah tampil dalam album Parkir dan Sluman Slumun Slamet bersama Manthou's yang sekarang menderita sakit. (D18-81) |