| Sabtu, 04 September 2004 | BANYUMAS |
Keberatan Ayahnya Disebut PemerasPURWOKERTO - Keluarga Herry Best berharap polisi segera menyelesaikan pemeriksaan keempat tersangka pembunuhan. ''Kami sangat menunggu hasilnya,'' kata Abdul Hamid, anak tertua mendiang Herry, kemarin. Dia menuturkan keluarganya perlu memperoleh informasi hasil akhir pemeriksaan agar mengetahui motif pembunuhan tersebut. ''Sampai sekarang kami tak tahu apa motif mereka.'' Hamid mengatakan, Herry Best selama ini tidak suka meminta-minta atau memalak orang. ''Kami keberatan atas pernyataan tersangka bahwa ayah kami memeras keluarga mereka. Ayah kami juga bukan pemabuk.'' Jika membutuhkan uang, kata dia, Herry tak mungkin memeras keluarga Soni Tarsono yang kehidupan sehari-harinya memprihatinkan. Apalagi Soni dan anak-anaknya hanya bekerja sebagai tenaga pengaman di terminal. Sementara itu, pemeriksaan terhadap tersangka Soni Tarsono, Agus Santoso, Ruslan Abdul Gani, dan Mukti Wibowo, kemarin, sudah selesai. Polisi tinggal melengkapi berkas dari para saksi, seperti keterangan Sutirah, istri Soni, dan anak-anaknya. Sutirah sudah kembali ke rumahnya setelah memberikan keterangan kepada polisi. Dia mengaku kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, setelah sang suami terlibat pembunuhan itu. Kapolwil Banyumas Komisaris Besar Polisi Drs Prasetyo menyatakan penanganan kasus pembunuhan Herry Best sekarang diserahkan ke Polres Banyumas. Sebab, tempat kejadian berada di wilayah Banyumas. Dia menyatakan saksi lain yang akan dihadirkan antara lain Acun alias HG, pengurus PO SJ wilayah Banjarnegara. ''Dia kami mintai keterangan karena tersangka memperlihatkan kepala Herry kepadanya.'' Kasat Reskrim Polres Banyumas AKP Arif Fajarudin menyatakan berencana memeriksa Acun, Senin (6/9). "Surat sedang kami kirim kepada dia. Dia kami mintai keterangan sebagai saksi.'' Kesuksesan pengungkapan kasus pembunuhan Herry Best mendapat perhatian khusus pemimpin Polri. Kapolda Jateng Irjen Chaerul Rasjid berencana memberikan penghargaan ke 16 personel polisi yang terlibat pengungkapan kasus itu. ''Insya Allah, Senin (6/9) saya memberikan penghargaan ke 16 personel itu,'' ujar dia di Mapolda Jateng, kemarin. Penghargaan itu merupakan apresiasi terhadap anggota Polri yang berprestasi. Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar pun menaruh perhatian. Apalagi, kata dia, mutilasi biasanya cukup sulit diungkap. Namun aparat Polwil dan Polres Banyumas, Polres Banjarnegara, didukung tim Polda Jateng mampu mengurai kurang dari 36 jam. Penghargaan akan diberikan dalam upacara di halaman Mapolda Jateng, Senin (6/9).(in,G22,G3-86) |