| Sabtu, 04 September 2004 | BANYUMAS |
Warga Minta Apur di Rawaapu DikerukCILACAP- Masyarakat Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, meminta pemimpin Proyek Citanduy-Ciwulan di Banjar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, segera merehabilitasi saluran pembuangan air (apur) di desa mereka. Sebab, saluran itu sudah sangat dangkal. Mereka khawatir bila dibiarkan, saluran itu pada musim hujan kelak tak dapat mampu menampung air. Tak ayal, wilayah di sekitarnya pun terancam banjir. Keinginan warga itu ditindaklanjuti pihak desa. Kepala Desa Rawaapu Didi Syahdiana mengirim surat bernomor 611.4/54/2004 ke pemimpin proyek tersebut. Surat tembusan surat diketahui dan ditandatangani Camat Patimuan Sujono SIP serta dikirim ke Bupati dan DPRD. Tinggikan Jalan Didi mengemukakan masyarakat menginginkan pihak proyek segera mengeruk seluruh endapan lumpur di sepanjang saluran. Bila semua endapan lumpur dikeruk, saluran 12,5 km itu menjadi bersih. Jadi pada musim hujan kelak air dari saluran mengalir ke laut dengan lancar. Lahan pertanian di daerah itu bisa dipanen lebih intensif. Sebab, lahan itu tidak tergenang air. Mengingat, di Desa Rawaapu masih ada dua lahan pertanian berupa rawa, yaitu Rawa Buaya Mati di Dusun Kalenanyar dan Rawa Cilangsur di Dusun Cikadim. Luas sawah itu 800 ha. ''Bila pihak proyek dalam waktu dekat bisa mengeruk endapan lumpur di saluran pembuangan, tanahnya dapat dimanfaatkan untuk meninggikan jalan. Tanah itu ditimbun di jalan sehingga sarana transportasi di desa Rawaapu lebih lancar.''(ag-86) |