logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 03 September 2004 SALA
Line

Pembentukan Pansus Tatib Alot

KARANGANYAR--Rapat paripurna pembentukan panitia khusus (pansus) untuk membahas tata tertib (tatib) DPRD 2004-2009, kemarin, berjalan alot. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sementara, MD Sutarno tersebut harus diskors hingga tiga kali, sebelum peserta menyetujui terbentuknya pansus.

Sesama kader Partai Golkar tampak tidak kompak dan saling serang. Itu tampak dari beberapa agenda yang dibacakan MD Sutarno, dimentahkan oleh sesama koleganya dari partai yang sama.

Paling tidak, ada tiga anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) yang menolak keinginan pimpinan rapat; selain anggota fraksi lainnya. Sehingga, rapat tersebut tak ubahnya menjadi rapat atau debat anggota FPG.

Sebenarnya, rapat itu mengagendakan penetapan fraksi-fraksi, namun MD Sutarno berusaha membentuk pansus.

Rencananya, anggota pansus itu diambilkan dari perwakilan partai. Sebab, belum seluruh anggota DPRD membentuk susunan pengurus fraksi.

Bahkan, Partai Golkar sebagai pememang pemilu legislatif dengan 13 kursi dan menempatkan ketua sementara, belum membentuk susunan fraksi. Menurut MD Sutarno, belum terbentuknya fraksi, karena DPD Partai Golkar punya cara tersendiri dalam hal tersebut.

Ketika pimpinan sidang selesai membacakan agenda rapat pembentukan pansus, Drs Juliyatmono mengajukan interupsi. Dia meminta pimpinan sidang mengembalikan agenda rapat semula, yaitu membentuk fraksi-fraksi.

Sebelumnya, Rohadi Widodo SP dari PKS dan Agustinus Kurniawan dari Partai Demokrat juga meminta hal yang sama.

''Sesuai undangan, agenda rapat hari ini adalah penyusunan fraksi-fraksi. Pembentukan fraksi ini cukup penting, guna memudahkan DPRD membentuk berbagai alat kelengkapan seperti komisi-komisi dan pansus. Saya minta pimpinan sidang membentuk fraksi-fraksi terlebih dulu, sebagaimana agenda rapat har ini,'' tandasnya.

Interupsi Juliyatmono didukung dua koleganya dari fraksi yang sama, yaitu Agus Sutarno dan Loso. Dukungan juga datang dari dua anggota FPDI-P, Yubiharno Wibowo dan Nur Sanyoto.

Menurut mereka, pimpinan sidang harus konsisten dengan undangan. Dukungan terhadap MD Sutarno hanya datang dari Ketua PAN, dan Ketua Fraksi Amanat Persatuan, Susatyo Budi.

''Kami mendukung pimpinan sidang. Pembentukan fraksi di DPRD itu mengacu pada tatib yang ada. Pansus bisa dibentuk dengan mengambil perwakilan dari kader partai. Saya khawatir, jika pembentukan pansus berdasarkan wakil-wakil fraksi, partai yang punya suara kecil atau anggota sedikit tidak mendapatkan jatah,'' kata Susatyo.(G8-49a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA