logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 03 September 2004 SALA
Line

Green Belt Gajahmungkur Makin Parah

  • Tak Ada yang Mengelola

WONOGIRI--Kerusakan tanaman penghijauan di areal green belt (sabuk hijau) Waduk Gajahmungkur Wonogiri, kini semakin parah. Itu terjadi

karena makin tidak jelas institusi pemerintah yang bertanggung jawab mengelolanya, setelah pihak Proyek Bengawan Solo (PBS) menyatakan itu bukan menjadi kewenangannya lagi.

Kepala Staf Perencanaan PBS, Ir Tri Rochadi Dipl HE, Kamis (2/9) menyatakan, pengelolaan areal green belt dan perairan Waduk Gajahmungkur sudah bukan lagi menjadi wewenangnya.

Penegasan yaqng sama, sebelumnya juga dikemukakan oleh Pemimpin Proyek Pengembangan Daerah Aliran Sungai (PPDAS) Bengawan Solo, Ir Joko.

Disebutkan, kewenangan tersebut kini beralih ke Perum Jasa Tirta (PJT). Tapi PJT sepertinya masih belum peduli untuk melakukan langkah-langkah konkret.

Pernah digagas PJT akan menjalin kerja sama dengan Pemkab Wonogiri. Tapi gagasan itu sampai sekarang belum berkelanjutan.

Bupati H Begug Poernomosidi SH, yang sebenarnya punya kepedulian terhadap penghijauan dan penyelamatan green belt beserta upaya pelestarian Waduk Gajahmungkur, mengaku belum dapat melakukan langkah-langkah konkret karena belum ada kejelasan pelimpahan dan pembagian wewenang kepada Bupati.

Akibat itu semua, penebangan liar di areal sabuk hijau makin merajalela, dan mengakibatkan kerusakan yang semakin parah. Sebab, penebang liar membakari tanaman onak dan perdu untuk memudahkan penebangan pohon.

Pembakaran onak terjadi di sisi timur dan timur laut lingkar Waduk Gajahmungkur, masuk wilayah Dusun Plosorejo, Desa Pondoksari, Kecamatan Nguntoronadi. Tapi penebangan liar, juga berlangsung di areal sabuk hijau lainnya di Kecamatan Baturetno, Eromoko, Wuryantoro, Giriwoyo, dan Kecamatan Kota.

Bahkan areal di Kecamatan Eromoko yang dulu diusulkan sebagai kawasan lindung --semacam cagar alam yang perlu diproteksi karena banyaknya pohon jati yang tumbuh subur, besar, dan tinggi-tinggi--, sekarang telah pula ludes ditebang secara liar. (P27-49a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA