| Jumat, 03 September 2004 | SALA |
Festival Barongsai dan Ruwatan Meriahkan BSFSRIWEDARI - Festival barongsai dan ruwatan massal memeriahkan pelaksanaan pameran dan promosi pariwisata Bengawan Solo Fair (BSF) yang berlangsung pada 10 -19 September. BSF kali ini dipusatkan di Pura Mangkunegaran dan didukung sejumlah kegiatan di luar, berupa Solo Great Sale (Obral Gede Solo) sampai awal Oktober. Kirab budaya akan mengawali pembukaan BSF yang diberangkatkan dari Lapangan Kotabarat menuju Mangkunegaran. Barongsai dan ruwatan massal akan tampil di tempat yang berbeda. Festival barongsai digelar di GOR Bhineka, pada 18-19 September, sedangkan ruwatan massal digelar di pendopo joglo Taman Sriwedari, pada 19 September. Penyelenggaraan BSF kali keenam ini berbeda dengan yang sebelumnya. Sebab, tahun ini pelaksananya event organizer, yakni PT Rantai Java dan merupakan program Pemprov yang didukung oleh Pemerintah Kota Surakarta. Adapun pelaksanaan BSF sebelumnya didukung oleh organisasi pengusaha seperti Kadin, asosiasi profesi, dan penyedia jasa wisata. "Selain dua kegiatan kesenian dan ritual adat itu, BSF tahun ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni yang dikemas dalam beberapa bentuk," kata Ria Kumara Indah dari PT Rantai Java. Acara kesenian yang digelar antara lain festival PenataTari Muda Indonesia yang diikuti sejumlah seniman dari berbagai kota pada 17-18 September di Prangwedanan Pura Mangkunegaran. BSF Music Ansamble pada 10, 15, 18, dan 19 September di Prangwedanan. Gelar seni tari, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 8 atau Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Solo dan Prangwedanan pada 1-19 September. Dalam acara itu akan ditampilkan berbagai bentuk tari dari berbagai daerah. Menurut panitia seksi seni dan budaya Heru Mataya, untuk mendukung BSF di kawasan Pamedan Mangkunegaran yang menjadi pusat pameran industri pariwisata, juga digelar kesenian tradisional dari berbagai daerah, seperti Wonogiri, Sukoharjo, Boyolali, Sragen, Klaten, dan Karanganyar. (sri-17r) |