| Jumat, 03 September 2004 | SALA |
Lautan Asmara II Beredar di SoloKOTA-Video compact disc (VCD) porno bernuansa "Bandung Lautan Asmara II", kini sudah beredar luas di Solo. Isinya sama dengan yang beredar di Bandung, yang menjadi tempat pertama peredaran film porno itu. VCD tersebut diberi label "Belum Ada Judul". Beberapa penjual dan rental mengaku sudah sejak beberapa hari lalu memperoleh kiriman VCD tersebut. "Kami memperoleh kiriman dari Jakarta. Sama dengan yang biasa mengirimi VCD porno jenis lain, seperti versi barat dan mandarin," kata seorang pemilik rental di pusat kota, tanpa menyebut pihak yang mengirim paket tersebut. Hal sama dikemukakan penjual VCD bajakan di Pasar Klitikan, Monumen 45 Banjarsari. Mereka sudah beberapa hari ini mendapatkan kiriman. "Memang banyak yang mencari, setelah diberitakan di media massa beberapa hari lalu. Suara Merdeka kan juga memberitakan. Jadi itulah, yang membuat orang penasaran," kata salah seorang penjual yang tidak mau disebut namanya. Kepingan VCD itu dijual bervariasi; terendah Rp 13.000 dan tertinggi Rp 20.000; bergantung bagaimana calon pembeli menegosiasi dengan penjual. "Kalau kepada langganan, saya biasa jual Rp 10.000-Rp 13.000. Kalau versi Indonesia dan bagus, memang harganya sebesar itu," ujar mereka. Yang pasti, dengan harga sebesar itu, meski kualitas gambarnya tidak bagus, buram, tetap banyak diburu penggemar film porno. "Kami sih penasaran aja, masak ada orang Indonesia lagi yang bersedia direkam ketika berbuat seperti itu," kata dia. VCD itu sendiri, memang benar menampakkan adegan sepasang laki-laki perempuan muda usia. Tidak tampak jika wanitanya nakal (PSK), karena tidak ada make-up tebal. Bahkan si pria mengaku keduanya sedang ber-honey moon (berbulan madu). Karena itu, mungkin saja adegan tersebut merupakan dokumen pribadi yang kemudian bocor dan jatuh ke tangan pembajak. Proses perekaman juga dilakukan dengan seadanya; menggunakan satu kamera yang diarahkan ke tempat tidur. Pasangan itu juga sempat mengambil gambar mobil Suzuki Esteem yang digunakan keduanya, bernopol D-711- xx (nomor Bandung). Tampak sekali lokasi yang digunakan adalah sebuah hotel. Peredaran VCD porno itu di Solo, cukup meresahkan kalangan orang tua yang memiliki anak remaja. "Saya khawatir, anak saya penasaran dan ikut-ikutan nonton film gituan. Kami berharap, polisi segera merazia, agar peredaran film porno tersebut tidak meluas," kata Ny Endang, warga Keprabon yang memiliki tiga anak menginjak remaja dan mahasiswa. Dia mengatakan, jika film berjudul porno "Buruan Cium Gue" saja diprotes sampai ditarik dari peredaran, selayaknya polisi juga merazia film yang jauh lebih porno itu. "Tolonglah, Pak Polisi, Mumpung ini ada iklim bagus memberantas penyakit masyarakat. Segera saja dihabisi, peredaran film porno itu," kata dia lagi.(an-17a) |