logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 03 September 2004 SALA
Line

Gagal ke Malaysia, Calon TKI Lapor Polisi

BANJARSARI-Merasa ditipu, puluhan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang gagal dipekerjakan di PT Petronas Malaysia, mengadu ke Polresta. Laporan tindak penipuan tersebut, dilakukan setelah para korban yang dijanjikan bekerja sebagai tenaga kerja pengeboran minyak di Malaysia, tidak memperoleh pekerjaan.

Menurut Suyamtono (36), salah satu korban, dia bersama 25 calon TKI lainnya, Juni 2004 lalu, akan diberangkatkan ke Malaysia, setelah membayar administrasi, pengurusan paspor, dan biaya lainnya. Setiap korban dipungut biaya Rp 1.650.000. Hanya, setelah ditunggu selama tiga bulan, tidak ada kabar untuk diberangkatkan ke Malaysia sebagai pengebor minyak.

Kenyataan itu membuat mereka berusaha untuk menarik kembali uangnya yang sudah telanjur diserahkan kepada perusahaan penyalur TKI milik Nita (27), di Jalan Padjajaran Timur VII No 9, Sumber, Banjarsari, Solo. Upaya itu sia-sia, sebab kantor pengerah tenaga kerja itu sudah tidak lagi menjalankan kegiatan.

Menurut salah satu korban yang tinggal di Kampung Panggungrejo, Jebres, dia memang tergiur oleh ajakan Nita maupun temannya yang memberi kesempatan bekerja di PT Petronas Malaysia. Korban tertarik, karena gaji yang ditawarkan cukup besar, yaitu 1.200 dolar AS/bulan.

Didampingi Nunung

Selain dia, ada sekitar 25 orang yang sudah mendaftar di perusahaan penyalur TKI itu. Namun nasib korban lainnya tidak berbeda dengan yang dialami Suyamtono. Karena sudah tidak ada lagi harapan akan diberangkatkan ke Malaysia, warga Panggungrejo RT 1 RW 23, Jebres itu diantar korban maupun sejumlah saksi mengadukan kasus tersebut ke Polresta.

Kedatangan korban, tentu cukup mengejutkan para petugas. Itu bukan karena perkaranya yang sedang diselidiki, namun kemunculan Nunung, artis Srimulat yang mendampingi korban. Meski tidak dalam kapasitas melawak seperti di panggung, saat di Polresta dia sesekali guyon dengan petugas.

Dasar laporan kasus penipuan itu pun oleh petugas langsung diselidiki, termasuk upaya menyelidiki keberadaan tersangka yang dikabarkan melarikan diri. "Keterangan korban, saksi, masih kami pelajari guna pengusutan lebih lanjut," papar Kasat Reskrim, AKP Masrur, kemarin. (G11-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA