logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 03 September 2004 PANTURA
Line

Pasar Kedungwuni Rawan Kebakaran

Kabel Mengelupas, Alat Pemadam Tak Punya

KAJEN - Pasar Kedungwuni Kabupaten Pekalongan rawan terhadap terjadinya kebakaran, sebab sebagian besar rumah toko (ruko) di sana ternyata tidak punya alat pemadam kebakaran. Padahal jarak antara ruko satu dengan yang lainnya berhimpitan.

Di samping minimnya alat pemadam kebaran, di sekitar lokasi pasar juga tidak ditemui hydran untuk mengambi air saat terjadi kebakaran. Sementara di beberapa toko ditemui juga kabel-kabel listrik yang sudah mengelupas dan rawan terhadap terjadinya arus pendek. Kondisi tersebut diketahui saat dilakukan pemeriksaan sistem pengamanan pemadam kebakaran di Pasar Kedungwuni, Kamis kemarin (2/9) oleh Kapolres Pekalongan AKBP Drs Lotharia Latief.

Banyaknya musibah kebakaran di beberapa daerah akhir-akhir ini, kata Kapolres, harus diantisipasi oleh warga Kabupaten Pekalongan, khususnya di tempat-tempat keramaian seperti pasar.

''Setelah kami periksa ternyata sistem pengamanan, khususnya pemadam kebakaran sangat memrihatinkan,'' ujarnya saat ditemui wartawan di Pasar Kedungwuni.

Didampingi Kapolsek Kedungwuni AKP Sugiarto, Kapolres menyusuri kios dan toko-toko di Kedungwuni untuk melihat sistem pengamanannya. Di beberapa ruko memang ada yang menyediakan alat pemadam kebarakan, namun ternyata sangat kecil dan tidak memenuhi standar pengamanan. Hanya di lembaga perbankan yang sudah ada alat pemdam kebakaran yang sesuai standar. Sementara itu, di kios-kios kecil sebagian besar tidak punya alat pemadam kebakaran.

Kondisi tersebut kata Kapolres harus segera disikapi untuk mengantispasi terjadinya kebakaran. Dia berharap Sub Dinas Pasar Kabupaten Pekalongan bisa memeriksa lebih detil dan melengkapi sistem pengamanannya. ''Pasar adalah tempat publik jadi seharusnya ada sistem pengamanaan dan pemadam kebakaran,'' paparnya.

Teralis

Kapolres juga mengkhawatirkan banyaknya ruko berlantai dua yang membuat pengaman di lantai atas berupa besi teralis yang tertutup rapat. Sebab, jika sampai ada kebakaran yang apinya muncul dari bawah, penghuni akan sulit menyelamatkan diri,'' ujarnya.

Lebih jauh Kapolsek Kedungwuni AKP Sugiarto menandaskan, belum lama ini terjadi kebakaran di rumah penduduk di dekat pasar. Untung tidak meluas sampai ke pasar, padahal jarak antarrumah dan toko berhimpitan.

Salah satu pemilik kios ketika ditanya wartawan mengaku tak punya alat pemadam kebakaran karena harganya mahal. ''Kami tahunya alat pemadam kebakaran itu mahal, jadi kami tidak membeli. Apalagi kan ada toko dan bank di sini yang kami yakin mereka punya alat pemadam kebakaran,'' tandas Jono (40) pemilik kios di Pasar Kedungwuni.

Masyarakat sekitar yang ditemui meminta agar para pemilik kios khususnya yang menjual barang-barang yang mudah terbakar agar melengkapi sistem pengamannya.

''Jika sampai terjadi kebakaran, rumah warga yang ada di dekat pasar juga bisa terkena akibatnya,'' ujar Rochimah (30) warga Kedungwuni yang tengah belanja di pasar.(G16-34r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA