| Jumat, 03 September 2004 | PANTURA |
Atap Jebol, Lantai Tanah Berdebu
KAJEN - Banyaknya gedung sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pekalongan yang rusak masih menjadi salah satu masalah serius bagi dunia pendidikan. Hal itu terlihat saat Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono melakukan kunjungan ke Kecamatan Petungkriyono, Rabu lalu (1/9). Di daerah paling atas di Kabupaten Pekalongan tersebut para siswa tidak hanya harus melewati jalan terjal pegunungan, mereka harus belajar di gedung yang kondisinya sangat memprihatinkan seperti yang terlihat di SD Negeri 03 Kayupuring. Sekitar 30 siswa harus belajar di tempat yang tidak layak itu. Selain beralas tanah berdebu, para siswa itu harus belajar di ruang dengan atap yang sebagian besar sudah jebol. Bahkan pintu beberapa ruang itu sudah roboh sehingga harus diganjal dengan potongan kursi. Kholidin (40), salah seorang pengajar di SD itu, kepada wartawan mengaku, rata-rata bangunan SD di Petungkriyono memang sangat memprihatinkan. Padahal jika turun hujan, kondisi alam Petungkriyono sangat mengkhawatirkan karena tidak jarang disertai dengan badai dan angin kencang. "SD Kayupuring 02 belum lama ini roboh karena bangunannya sudah sangat tua," paparnya. Tetap Semangat Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Petungkriyono Rachmat SPd mengatakan, dari 22 SD di Petungkriyono ada tiga sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan, yaitu SDN 02 dan SDN 03 Kayupuring dan SDN Kasimpar. Kerusakan itu, kata dia, terjadi karena usia bangunan sudah terlampau tua. Sementara itu Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono yang menyaksikan kondisi SD tersebut langsung memutuskan untuk memberikan bantuan kepada SD yang gedungnya sudah rusak parah. "SD 02 Kayupuring kami beri bantuan Rp 80 juta, sedangkan Kayupuring 03 kami beri Rp 20 juta. Yang lainnya kami harap secepatnya menyampaikan usulan. Jika memang memungkinkan akan diberi," ujarnya di depan para Kades di Petungkriyono saat acara penutupan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) di Balai Desa Yosorejo, Rabu lalu (1/9). Meski banyak bangunan SD di Petungkriyono yang rusak, ternyata hal itu tidak menyurutkan semangat belajar para siswa. Mereka mengaku tetap ingin belajar agar bisa sukses pada kemudian hari." Saya tak pernah bolos karena saya ingin jadi insinyur," ujar Tanti . (G16-34n) |