logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 03 September 2004 PANTURA
Line

Mobil Dinas Ketua DPRD Batal Dihapus

  • Rapat Paripurna Didemo

PEMALANG-Kendaraan dinas Ketua DPRD Pemalang, HU Kumpul Sutrisno berupa mobil sedan Toyota Camry G-2-D, akhirnya batal dihapus dari aset kendaraan inventaris Pemkab.

Pembatalan itu berlangsung seru dalam sidang paripurna kemarin, yang diawali dengan interupsi beberapa anggota Dewan.

Rapat paripurna terakhir anggota DPRD Pemalang periode 1999-2004 itu, juga diwarnai aksi demo dan pembelotan sejumlah wakil rakyat di luar sidang. Agenda rapat sesuai undangan dimulai pukul 09.00, namun hingga pukul 10.00 acara itu belum dimulai.

Sekwan Drs Sularso dan beberapa stafnya sibuk mempersilakan anggota Dewan yang masih berada di luar untuk masuk ke dalam ruang sidang; namun sejumlah wakil rakyat tetap membelot, tak memenuhi permintaan itu.

Alasan mereka tidak mau mengikuti sidang, selain soal dhem-dheman mobil, juga kecewa tidak dihadiri Bupati HM Machroes SH dan Wakil Bupati H Mustaqim HU. Yang hadir mewakili eksekutif adalah Sekda Drs Sri Harjanto. Padahal hari itu adalah agenda terakhir kegiatan anggota DPRD periode 1999-2004.

"Semestinya kami dihargai, karena hari ini adalah perpisahan kami sebagai Dewan dengan eksekutif. Tetapi baik Bupati maupun wakilnya tidak hadir. Bupati sedang melawat ke Cina, sedangkan Wakil ke Kalimantan," kata anggota FPP, Drs Komaruszaman, didampingi anggota lainnya yang ikut membelot.

Minta Dihargai

Mereka menyadari, bahwa dengan aksi pembelotan itu sidang masih tetap bisa dilangsungkan. Karena dihadiri 27 dari 45 anggota yang ada, hal itu tidak masalah. Mereka hanya ingin menunjukkan, seharusnya Dewan setelah selesai bertugas lima tahun dihargai. Jangan seperti pepatah, habis manis sepah dibuang.

"Penghargaan itu tidak harus berupa materi, tetapi dengan sikap eksekutif yang ngewongke saja, sudah cukup," tandasnya.

Sementara itu aksi demo dilakukan dua orang yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Pemalang (Serang). Setelah berorasi dengan pengeras suara di luar pintu pagar gedung DPRD, mereka menyerahkan mobil-mobilan kepada anggota Dewan.

Mainan anak-anak itu sebagai simbol, bahwa kini antara eksekutif dengan Dewan sedang berlangsung bagi-bagi kendaraan dinas untuk di-dhem.

Sidang hari itu, agendanya selain mengesahkan penghapusan sejumlah kendaraan dinas roda empat dan dua, juga membahas persetujuan permohonan pinjaman daerah, persetujuan penetapan perubahan APBD 2004, dan persetujuan penerimaan sumbangan pihak ketiga. Keempat poin itu, akhirnya disahkan sebagai keputusan.

Ketika rapat pada agenda pengesahan mobil dinas, terjadi interupsi yang dilakukan oleh tiga anggota Dewan, yaitu Muchlis Yasin BA dari FPG, Safii Sag dari FKB, dan H Turah Raharjo dari FKB.

Mereka keberatan, apabila mobil dinas Ketua DPRD berupa sedan Toyota Camry G-2-D diikutkan untuk dihapus dari aset Pemkab. (sf-74a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA