| Jumat, 03 September 2004 | OLAHRAGA |
Pemain Lapis Kedua Diberi KesempatanPALEMBANG-Tim sepak bola Jawa Tengah akan menurunkan pemain lapis kedua saat menghadapi Kalimantan Selatan dalam lanjutan pertandingan babak penyisihan Grup C PON XVI, Jumat (3/9) di Stadion Patrajaya Kompleks Pertamina Palembang. Meski sudah dipastikan tersingkir, anak anak-anak asuhan Sartono Anwar itu tetap bertekad untuk memenangkan pertandingan. Sebab, mereka tidak mau menjadi juru kunci grup. "Kami akan memberi kesempatan kepada pemain lapis kedua untuk turun dalam pertandingan melawan Kalsel. Meski demikian bukan berarti kami akan melepaskan pertandingan itu. Para pemain tetap kami instruksikan fight dan all out untuk memenangi pertandingan," ungkap Pelatih Sartono Anwar. Para pemain lini kedua yang belum pernah diturunkan di pertandingan selama penyisihan Grup C, kebanyakan terdiri atas pemain dari klub-klub Divisi II-A Jateng. Namun, kualitas permainan, semangat dan motivasinya tidak kalah dari pemain inti yang terdiri atas pemain Divisi Utama. Karena itu, mereka diharapkan tetap bermain baik. Apalagi di PON XVI ini mereka akan dipantau oleh tim pemandu bakat dari PSSI untuk mengikuti seleksi timnas U-23. Karena itu, mantan rsitek PSIS itu berharap anak-anak asuhannya lebih termotivasi dan semangat di pertandingan terakhir tersebut. "Pertandingan terakhir ini merupakan kesempatan bagi pemain untuk menampilkan permainan terbaiknya. Mereka akan dipantau oleh tim pemandu bakat dari PSSI," katanya. Takut Cedera Kondisi para pemain sendiri, menurut dia, sangat bagus. Dua kekalahan lawan Sumatera Barat dan Papua lalu memang sangat mengecewakan. Namun, mereka tetap berusaha melupakan kekalahan tersebut dan berkonsentrasi untuk pertandingan terakhir lawan Kalsel. Dipastikan, Modestus Setiawan dan kawan-kawan bisa bermain lebih lepas untuk memenangi pertandingan. "Bila bermain lepas, permainan kami akan berkembang lebih baik. Mudah-mudahan dalam pertandingan nanti kami bisa menang," ujarnya. Disinggung tentang gagalnya tim PON Jateng maju ke babak berikutnya, Sartono akan segera mengadakan evaluasi. Namun, dari segi nonteknis, mantan pelatih Persibas Banyumas itu melihat anak-anak asuhannya terlihat takut cedera saat bermain. Sebab, lapangan yang digunakan untuk pertandingan itu, Stadion Patrajaya Pertamina Palembang, dinilai sangat jelek. Karena itu, permainan mereka tidak bisa berkembang baik. Namun, dia enggan menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama gagalnya tim sepak bola Jateng maju ke babak berikutnya. "Kami tidak akan mencari kambing hitam penyebab gagalnya tim sepak bola maju ke babak berikutnya. Namun, setidaknya salah satu faktor itu adalah jeleknya lapangan pertandingan," tandasnya. Tim sepak bola sudah memainkan dua pertandingan dari tiga kesempatan yang dimiliki. Dari dua pertandingan itu -lawan Sumatera Barat dan Papua- semuanya berakhir dengan kekalahan. Modestus Setyawan dkk kalah 0-1 dari Sumbar dalam pertandingan perdana, dan menyerah 0-3 di tangan Papua. Sisa satu pertandingan melawan Kalimantan Selatan, Jumat ini sudah tidak menentukan. Otomatis, seusai main dengan Kalsel, anak - anak asuhan pelatih Sartono Anwar itu harus angkat koper. (H13-77) |