| Jumat, 03 September 2004 | MURIA |
Polisi Buru Jaringan Pencuri KomputerKUDUS-Pelaku pencurian 33 unit CPU di tiga tempat terpisah yang terjadi pada Selasa (31/8) dini hari lalu masih diburu Polres Kudus. Institusi tersebut bahkan telah berkoordinasi dengan Polda untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jaringan yang terlibat di dalamnya. Kaur Bin Ops Reskrim Polres Kudus Iptu Indra Gunawan mengungkapkan hal itu kepada Suara Merdeka terkait dengan musibah yang diperkirakan mengakibatkan kerugian puluhan juta rupiah. Lebih lanjut dia menambahkan, berdasarkan bukti awal penyelidikan, bukan tidak mungkin ada keterlibatan sebuah sindikasi. ''Kami masih akan terus melanjutkan investigasi untuk mengungkap kasus ini dan membekuk pelakunya,'' kata dia. Pihaknya sejauh ini belum bisa berkomentar banyak soal siapa pelakunya karena masih menunggu penyelidikan yang masih berlangsung. Dia tidak memungkiri keterlibatan pihak luar (di luar Kudus) dalam kasus tersebut. Namun, hal itu hanyalah dugaan awal dan belum mengarah kepada pelaku sesungguhnya. Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Seluna Ir Agus Purwadi CES yang juga kehilangan tiga unit CPU dalam peristiwa tersebut, kepada Suara Merdeka, mengaku mengalami kerugian cukup besar. Sebab, tiga unit komputer yang dibawa pencuri tersebut berisi data-data pemetaan yang terbaru. ''Perlu sebulan untuk membuat data baru lagi,'' tandasnya tanpa memerinci data jenis apa yang hilang bersama tiga komputer tersebut. Sementara itu, praktisi komputer Kudus, Agung, menyatakan, kemungkinan melacak keberadaan komputer tersebut sedikit banyak akan mengalami banyak kendala. Persoalannya, bisa saja komputer curian tersebut dijual per bagian, bukan satu unit khusus. Namun, jenis komputer built up kemungkinan dijual secara terpisah cukup kecil. Sebab, chasing komputer jenis tersebut cukup sulit dicari di pasaran. Dia yang juga pemilik Citra Komputer, yang sering menyuplai beberapa unit komputer kepada beberapa instansi, mengaku kliennya pernah mengalami kejadian seperti itu. Pada Juli 2003, pihaknya menyuplai 25 unit komputer ke STAIN lalu dilanjutkan pemasangan lokal area network-nya pada Desember. Namun, pada Februari dia mendengar ke-25 unit komputer yang dipesan darinya hilang dicuri. Seperti diberitakan (SM, 1/9) kemarin, dalam semalam di tiga tempat yaitu, SMK Negeri Kudus, SMK Muhammadiyah Kudus, dan Kantor BPSDA Seluna pencuri menggasak 33 unit CPU. (ton-34e) |