| Jumat, 03 September 2004 | SEMARANG |
Panwas Kabupaten Semarang Diperiksa Polda JatengUNGARAN- Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Kabupaten Semarang, baru-baru ini diperiksa Polda Jateng sebagai saksi terkait beredarnya buku tulis bergambar calon presiden SBY yang diindikasikan sebagai kampanye terselubung. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Panwas Nuswantoro Dwiwarno SH. "Benar hari Senin lalu saya dan wakil ketua Sugeng Ariatmojo diperiksa Polda Jateng terkait beredarnya buku bergambar SBY," ujarnya. Dikatakannya dalam pemeriksaan itu dia mendapat lima belas pertanyaan dan diperiksa selama 2 jam. "Apa yang saya serahkan adalah catatan hasil investigasi Panwas terhadap SBY Fans Klub, Tim Kampanye SBY-JK dan investigasi kepala sekolah," jelasnya. Sejumlah pertanyaan itu diantaranya mengenai jumlah buku yang beredar, nominal bantuan pendidikan yang diberikan Tim SBY dan analisa Panwas tentang beredarnya buku tersebut. Dia menyebutkan meski beredarnya buku SBY terjadi di kabupaten, namun karena gaungnya nasional maka pemeriksaannya langsung ditangani oleh provinsi dalam hal ini adalah Polda Jateng. Seminggu sebelum pemeriksaan, menurut Nuswantoro, pihaknya telah diundang Panwas Provinsi Jateng untuk berdialog mengenai gambar dan tulisan yang tertera dalam buku tulis yang telah dibagikan pada beberapa sekolahan itu. "Untuk menafsirkan tulisan yang ada di buku itu rencananya kami akan meminta bantuan ahli bahasa dan komunikasi untuk mengungkap adakah sinkronisasi program-program sebagai unsur dari kampanye," jelasnya. Menurutnya dalam buku tersebut tidak ada kata-kata ajakan seperti "Pilihlah" atau "Coblos" namun tulisan "Bersama Kita Bisa" perlu dikaji kembali. "Memang tidak ada kata-kata ajakan dan gambarnya juga hanya SBY tanpa JK, tapi kami masih perlu pelajari lagi apakah ada arah mencuri start kampanye." Bila terbukti ada indikasi kampanye terselubung, menurutnya pelaku bisa dijerat pidana kampanye di luar jadwal. "Namun Polisi masih mencari bukti-bukti lain untuk melanjutkan kasus ini," tambah dia. (rny-84) |