logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 September 2004 PEMILU 2004
Line

Bila Tidak Mundur Fahmi dan Marzuki Dipecat

JAKARTA- Sikap tiga tokoh Partai Golkar yang terlibat dalam pembentukan Forum Pembaharu Partai Golkar yakni Fahmi Idris, Marzuki Darusman, dan Jusuf Kalla dinilai telah melanggar keputusan organisasi. Oleh karena itu DPP hendaknya menjatuhkan sanksi kepada mereka.

Demikian rangkuman pendapat yang disampaikan Anggota FPG DPR Akil Mochtar, Fungsionaris DPP Golkar Ruhut Sitompul, Anggota FPG Ferry Mursidan Baldan, serta Koordinator dan Sekretaris Balitbang AMPG Ahmad Doli Kurnia dan Ratu Dian Hatifah kepada wartawan secara terpisah di Jakarta, Rabu kemarin.

Akil Mochtar mengatakan, kalau Fahmi dan Marzuki merasa sudah tidak cocok dengan Golkar, harus bersikap gentle. Dengan demikian atas kesadaran sendiri, sebaiknya yang bersangkutan mundur dari Golkar dan membikin partai. ''Langkah itu jauh lebih terhormat daripada nebeng di Golkar tapi selalu menjelek-jelekkan organisasi,'' katanya.

Menurutnya, tidak ada tempat di Golkar untuk orang-orang semacam itu. Kalau tidak mau mundur, DPP harus memecatnya. Demikian juga terhadap Jusuf Kalla, DPP harus bersikap tegas. Karena kiprah politiknya telah merugikan Golkar, maka keanggotaannya di Golkar mesti dicabut.

''Terhadap Priyo dkk (anggota FPG DPR-red) saja diberi sanksi, maka demi keadilan DPP harus berani menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Fahmi, Marzuki, dan Jusuf Kalla. Mereka itu orang-orang Golkar lama yang sedang mencari popularitas,'' ujarnya.

Wakil Sekjen Golkar bidang OKK Mohammad Hatta mengatakan, pihaknya bersama-sama pengurus bidang OKK yang lain sedang rapat dengan agenda utama membahas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pimpinan DPP dan anggota Golkar. Kendati demikian, Hatta tidak menyebut nama-nama anggota yang dimaksud.

Tamat

Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mudjani usai jumpa pers Analisis Temuan LSI di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (1/9) mengatakan, bagi Akbar Tandjung dan Hamzah Haz, pilpres putaran kedua ibarat hidup dan mati. Karir dua tokoh politik itu akan tamat jika capres Megawati gagal duduk di kursi kepresidenan.

"Di Golkar dan PPP, ada konflik internal dan nasib Akbar Tandjung maupun Hamzah Haz sangat tergantung hasil pemilu nanti. Bila SBY sukses maka pendukung Koalisi Kebangsaan akan terpuruk. Bila itu terjadi, ini akan menjadi akhir karir politik Akbar Tandjung dan Faksi Golkar yang mendukung SBY semakin kuat di Golkar," kata Saiful.

Sebaliknya, Akbar semakin kuat di Golkar dan peluang memimpin Golkar semakin terbuka jika Megawati menang. Hal serupa juga dialami Hamzah Haz. "Bila SBY menang maka faksi pendukung SBY kuat dan sebaliknya pendukung Koalisi Kebangsaan yang dipimpin Hamzah Haz lemah," katanya. (nas, dtc-83, 87b)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA