logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 September 2004 OLAHRAGA
Line

Permisi, Aku Pulang Dulu Ya !

PALEMBANG - Judul itulah yang tersirat dari hasil tim sepak bola Jateng pada PON XVI di Palembang. Pada pertandingan Grup C di Stadion Pertamina Patra Jaya, kemarin, Modestus dkk digilas 0-3 oleh Papua.

Pertandingan lain di grup itu, Sumbar menang 1-0 melalui gol Irham Hadi pada menit ke-83 atas Kalsel sehingga memastikan lolos ke babak kedua, karena sudah mengemas nilai enam dari dua kali main seperti halnya Papua. Sedangkan Jateng dengan kekalahan itu harus memastikan pulang lebih awal sebelum PON XVI secara resmi dibuka, hari ini. Pertandingan terakhir melawan Kalsel besok, sekadar memenuhi jadwal karena sudah tidak berpengaruh pada posisi untuk lolos.

"Sampaikan maaf saya kepada masyarakat Jateng, pengurus KONI dan Pengda PSSI. Kami harus pulang lebih awal karena kekalahan beruntun ini," kata pelatih Jateng Sartono Anwar.

Gol-gol kemenangan Papua dicetak JB Syaranamual pada menit ke-30 dan Boas Salousa pada menit 39 dan 84.

Penampilan Boas patut menjadi catatan karena aksi-aksi lewat skill aduhainya kerap membuat lini pertahanan Jateng pontang-panting meski diperkuat dua pemain Persijatim Solo FC, Modestus Setiawan dan Maman Abdurachman.

Sartono Anwar menilai secara keseluruhan pertandingan memang dikuasi lawan karena mampu bermain konsisten dengan sentuhan speed and power yang prima. Jateng sendiri kurang bisa mengimbangi. "Lawan bermain begitu meledak-ledak," lukisnya. "Meski begitu saya juga memuji penampilan anak-anak yang bermain cantik hari ini."

Usai pertandingan, Maman Abdurachman Cs tidak bisa menyembunyikan perasaaan kecewa. Sambil rebahan dan duduk di Lapangan Patra Jaya Pertamina, mata para pemain lebih banyak menerawang ke angkasa menyesali nasib. "Mau bagaimana lagi Mas, lawan memang lebih bagus, yang penting sekarang jaga motivasi agar lawan Kalsel kita bisa tetap fight," kata Maman.

Kondisi Psikologis

Sementara itu, pelatih Papua, Rully Nere menyatakan bahwa kunci kemenangan timnya karena bisa memanfaatkan kondisi psikologis lawan.

"Mereka kan sedang terbebani usai kekalahan dari Sumbar, ya sudah ditekan saja sekalian. Saya instruksikan anak-anak bermain cepat agar mereka panik, dan berhasil," katanya.

Sementara Ketua Pengda PSSI Jateng Drs H Sumaryoto yang tidak hadir dalam pertandingan itu langsung menelpon Suara Merdeka. "Tolong sampaikan permintaan maaf saya kepada masyarakat Jateng. Sebagai penanggung jawab tim, saya harus berbesar hati menerima kegagalan ini," katanya.

Menurut Sumaryoto kelemahan Jateng sehingga menerima kekalahan beruntun dan gagal ke babak berikutnya adalah semangat bertanding. Dengan penampilan yang serba takut, menjadikan permainan juga berkembang. "Secara teknis, anak-anak tidak kalah. Namun saya lihat ketika lawan Sumbar, mereka seperti melindungi diri untuk tidak cedera. Kalau demikian, ya susah untuk berkembang," katanya. Namun demikian, dia tidak mau menyalahkan para pemainnya. (A4,dwi-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA