logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 September 2004 OLAHRAGA
Line

Seru, Pemain Bentrok

PALEMBANG - Langkah bagus diperlihatkan petenis putra -putri Jateng, setelah menang atas lawan-lawannya di nomor beregu yang berlangsung di Lapangan Tenis Sriwijaya, petang kemarin.

Pertandingan diwarnai bentrokan antara pemain Jateng, Enrico Satria dan Yusmawan Fahmi dari Banten. Di regu putri, Wynne Prakusya dkk masih terlalu tangguh. Mereka menundukkan regu Sumbar, sebelum menang mudah 3-0 dengan selisih angka yang cukup telak.

Poin pertama direbut oleh Lafinia Tananta yang menang mudah 6-1,6-1 atas Norma Mangunsong. Wynne yang dipasang di tunggal kedua, juga menang dua set langsung 6-1, 6-2 atas Frederica Girsang.

Pasangan Maya Rosa/Lutfiana melengkapi kemenangan 3-0. Mereka menang straight set 6-1, 6-1 atas Dewi Rachmawati/Gina.

Tidak demikian yang terjadi di regu putra. Pertarungan berlangsung cukup alot. Setelah berlangsung selama tujuh jam, skor akhir 2-1 untuk Jateng.

Pemain peringkat dua nasional asal Tegal, Frima Simpatiaji yang kemarin ditunggui langsung oleh Wali Kota Tegal H Adi Winarso SSos, tampil cemerlang. Dia tak memberi kesempatan banyak terhadap Yusmawan Fahmi.

Pemain asal Semarang yang kini memperkuat Banten itru dipaksa menyerah 3-6, 1-6. Banten yang diperkuat oleh tiga mantan pemain nasional, yaitu Abdul Kahar Mim, Dede Suhendar dan Yusmawan Fahmi, bisa menyamakan kedudukan 1 - 1, setelah Dede Suhendar menang 6-4, 6-2 atas tunggal kedua Cuk Prihatmanto.

Kemenangan 2-1 ditentukan oleh pasangan Prima/Enrico Satria, yang menang rubber set 5-7,6-4 dan 7-5 atas pasangan Abdul Kahar Mim/Yusmawan Fahmi.

Beran tem

Begitu pertandingan usai, para pemain ganda duduk di bangku masing - masing. Entah apa mulanya, tetapi yang terlihat dari tribune, Fahmi sempat melemparkan botol minuman ke arah Enrico.

Karena diperlakukan kasar, Enrico panas. Sambil membawa raket masing - masing untuk dijadikan senjata berkelahi, keduanya saling mendekat.

Melihat situasi yang kurang menguntungkan, kedua pemain yang sedang berselisih ini langsung dilerai. Bahkan dr Yuslam Samiharja, orang tua Fahmi ikut melerai, dibantu oleh beberapa aparat keamanan.

Karena dihalang-halangi oleh beberapa rekannya. akhirnya kedua pemain yang bersitegang tersebut hanya bisa perang mulut. ''Awas di Semarang nanti,'' teriak Fahmi, yang terdengar sampai tribune.

Memang sejak awal ketika tampil di nomor tunggal, Fahmi sudah terpancing emosinya. Beberapa kali dia melakukan protes gara - gara tidak puas dengan ulah suporter Jateng yang dinilai menggangu konsetrasinya.

Pemain yang dikenal temperamental itu juga bikin ulah ketika turun di monor ganda, yang puncaknya bentrok dengan Enrico. ''Kalau tidak temperamental, namanya bukan Fahmi,'' tutur pelatih Jateng, Agustianto. (C16-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA