| Kamis, 02 September 2004 | SEMARANG |
''Klub Gatal'' di Saluran Ngeres (3)''Kalau Bokek Cukup Pakai Tante Lux...''BUKAN hanya desahan dan lenguhan panas ''tante montok'' yang bikin penasaran. Sisi lain pemuas seks melalui telepon esek-esek itu, juga cukup menarik untuk disimak. Ramah, merayu, centil, bahkan manja, begitu suara yang keluar dari gagang telepon yang membuat hati panas, menjalar ke ujung kaki sampai ujung rambut. Baik pelanggan atau masyarakat awam tak jarang bertanya-tanya, siapa sih sebenarnya wanita pemuas itu? Di mana mereka menjalankan kegiatannya? Dan, bagaimana sistem kerjanya? Ada beberapa nama cewek premium call yang mengemukakan soal itu, meski barangkali hanya bersifat tentatif atau diragukan kebenarannya. Toh, pengakuan mereka cukup menarik untuk disimak. Nama-nama yang cukup dikenal dalam layanan telepon seks di antaranya, Rachel, Ade, atau Vegi. Rachel, menyebutkan namanya di udara, mengaku menjadi pemuas seks telepon sebagai pekerjaan sambilan. Dia telah bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan swasta di Jalan Jendral Sudirman Jakarta. Kerja paruh waktu itu dianggap bisa menambah penghasilannya. ''Kedua orang tua saya tinggal di Bandung. Kebetulan saya ini keturunan Sunda dan Arab. Selama bekerja sebagai pemuas telepon seks, orang tua saya tidak tahu. Kalau tahu mana mungkin saya boleh bekerja di tempat ini. Walaupun orang tua tidak kaya, tapi keyakinan agama mereka sangat kuat. Kalau mereka tahu pasti saya sudah dilarang ke Jakarta,'' tutur wanita yang mengaku anak kedua dari tiga bersaudara itu. Sejurus kemudian, Rachel berusaha mengalihkan perhatian Suara Merdeka yang berusaha mengungkap dirinya lebih jauh. Bila dilihat dari gaya bicaranya, Rachel tampak enggan menjawab pertanyaan yang sifatnya lebih pribadi. Dalam menjalankan pekerjaannya, dia mulanya mengajak ngobrol tentang segala hal yang ringan. Misalnya, tentang identitas, pekerjaan, atau permasalahan yang sedang dihadapi si pencari kepuasan. Desah suaranya yang manja dan menggoda, membuat si penelepon kerasan berlama-lama mojok dengannya. Gaji dan Bonus Dia bekerja sebagai pemuas telepon seks sudah beberapa tahun ini. Selain mendapat gaji bulanan, dia juga mendapat bonus dalam bentuk poin setiap menitnya bila melampui target perusahaan. Makin lama pembicaraan makin besar poin yang didapatkan. Semakin lama, bonus yang diterima juga bertambah banyak. Dalam sehari semalam, kinerja perusahaan dibagi tiga shift, yaitu shift pertama pukul 07.00-15.00, kedua 15.00-21.00, dan ketiga 21.00-07.00. Target yang dibebankan juga disesuaikan dengan shift-nya. Dari ketiga shift yang ada, shift ketiga atau malam hari target yang dibebankan kepada operator jauh lebih basar. ''Shift pagi, target yang harus dicapainya sebanyak 2.300 poin, siang 2.100 poin, dan malam 2.500 poin,'' ungkap gadis yang mengaku masih berusia 24 tahun itu. Di samping itu, Rachel juga mengaku melayani laki-laki yang hendak booking. Hanya, dia harus hati-hati untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, mengajukan sejumlah syarat, ketika diajak kencan di sebuah hotel. Dan, meminta nomor telepon atau nomor telepon seluler (ponsel), alamat hotel yang jelas, dan nomor kamar. ''Soal tarif, nanti dululah. Yang penting kita ketemu dulu aja,'' katanya. ''Biasanya, kalau pas lagi bokek (tidak punya uang-Red), bagaimana mas melampiaskan diri,'' tanya dia mencoba mengalihkan pembicaraan. Lama tak ada jawaban, persisnya tergagap. Lalu ia kembali berceloteh, ''Pasti mas main sama tante lux ya,'' imbuhnya sambil menyebut merek sabun mandi. Ternyata yang dimaksud adalah memuaskan diri dengan masturbasi. Kontan saja, tawa pun meledak. Bisa Dipecat Kembali masalah kinerja, Ade (24), operator asal Kota Gudeg, mengaku mendapat gaji pokok Rp 632.000/bulan. Adapun insentifnya Rp 100/menit. Dalam satu minggu, mendapat hak cuti sehari. Bila lebih dari sehari harus membawa surat dokter. ''Bila tidak masuk tanpa alasan, gaji sebulan dipotong Rp 40.000/hari,'' ujarnya, yang mengaku berbohong kepada kedua orang tuannya dengan mengatakan bahwa dirinya bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. Dia bekerja sebagai operator telepon seks, sudah sejak dua bulan lalu. Jumlah keseluruhan operator pemuas seks, kata dia, lebih kurang 60 orang terbagi tiga shift. Setiap shift terdapat 20 orang operator. Adapun perusahaannya berada di Jakarta milik Korea. ''Target dalam satu hari harus bisa mencapai 200 menit. Dalam seminggu harus mencapai paling tidak 1.400 menit,'' kata Ade. Bila tidak dapat memenuhi target, lanjut gadis yang ingin bersuamikan orang Jawa itu, akan diberikan surat peringatan (SP). Bila sampai di-SP hingga kali ke tiga, dia akan diberhentikan perusahaan itu. Namun, bila melebihi target dari 2.200 menit dia memperoleh Rp 100.000. Bila dalam sebulan mencapai 12.000 menit, bonus yang diterimanya Rp 2 juta. Keuntungan itu baru yang diperoleh oleh perempuan premium call. Sementara itu, keuntungan yang diraup perusahaan penyalur telepon itu bisa jadi jauh lebih tinggi. (Karyadi, Hernandhono,Agus Toto W-84b) |