logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 02 September 2004 EKONOMI
Line

Niko Elektronik Bidik Segmen Menengah Atas

SEMARANG- Setelah sukses menggarap pasar menengah ke bawah, PT Niko Elektronik Indonesia akan membidik segmen pasar menengah ke atas. Sejumlah produk yang akan diproduksi untuk mendukung target itu adalah DVD, LCD Monitor dan Home Theater.

"Pasar menengah ke atas masih sangat besar, dan kami akan masuk ke sana, tentu saja dengan dukungan kualitas produk yang kami pasarkan," kata Siswo Handoyo, Manager Marketing PT Niko Elektronik Indonesia, saat ditemui di sela-sela pameran Global Fair di Java Supermall, kemarin.

Handoyo menegaskan, meski pihaknya tergerak untuk menggarap pasar menengah ke atas, namun segmen pasar menengah ke bawah yang selama ini menjadi fokus perhatian. Sebab, pada segmen tersebut produk elektronik yang pusat produksinya berada di kawasan industri Banjardowo Semarang itu sudah memiliki pasar yang cukup besar.

Dia mengatakan, dalam membuat produk untuk menengah ke atas ini, pihaknya akan melakukan transfer teknologi baik dari Jepang maupun negara-negara lain di Eropa. Hal itu, kata dia, dilakukan untuk mengimbangi perkembangan teknologi terbaru di bisnis elektronik yang kini berkembang pesat.

"Sebelum diluncurkan ke pasar, produk-produk yang dihasilkan selalu melewati proses quality control yang sangat ketat. Kontrol kualitas ini untuk memastikan bahwa sebuah produk layak untuk digunakan dengan standar tertentu," jelasnya.

Selain itu, lanjut pengusaha muda ini, Niko Elektronik mendirikan service center hampir di setiap kota di Indonesia dan jaminan garansi untuk produk yang dipasarkan. "Artinya kami bertanggung jawab dengan produk yang kami pasarkan."

Mengenai target selama pameran di Global Fair, Handoyo mengharapkan paling tidak sama dengan hasil di Jateng Expo bulan lalu yang membukukan transaksi sekitar Rp 100 juta. "Untuk mendukung target ini kami memberikan hadiah langsung dan hadiah cabutan selama pameran," jelasnya.

Targer Omset

Sementara itu, event Global Fair 2004 di Java Supermal hingga hari ke-8 penyelenggaraan, target omzet yang dipatok sebesar 30%-50% dari total perolehan transaksi pameran sebelumnya, HomeTech 2004, ternyata berhasil dicapai. Tercapainya target omzet tersebut terpicu oleh tingginya angka pengunjung yang rata-rata mencapai 12.000 orang per hari. Padahal, target pengunjung sebelumnya hanya dipatok 8.000-10.000 pada hari biasa, dan 12.000 pada akhir pekan.

Menurut Managing Director Global Elektronik yang juga ketua penyelenggara pameran, Gouw Andy Siswanto, angka itu kemungkinan bisa lebih tinggi lagi.

Pasalnya, pihak panitia hanya mendasarkan pada angka karcis kendaraan dan mobil yang masuk.

"Asumsinya jika ada 8.000 karcis masuk dihitung per motornya ditumpangi dua orang maka yang hadir tinggal dikalikan dua saja," jelasnya. Dari seluruh pengunjung, angka permohonan kredit yang berhasil masuk ada sekitar 600 aplikasi. Jumlah itu sekitar 10-20% dari total transaksi, sedangkan sisanya melakukan pembelian secara tunai.

Beberapa jenis produk yang laris meliputi televisi, kulkas, DVD, AC, audio dan compo baik melalui eceran maupun borongan. (G2, rei, hrn-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA