SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Rabu, 01 September 2004

DUBAI - Sebuah kelompok militan Irak mengklaim telah mengeksekusi 12 sandera Nepal. Kelompok itu pun menunjukkan gambar-gambar pembantaian tersebut lewat sebuah situs internet, Selasa kemarin.

 

JERUSALEM - Beberapa ledakan menghancurkan dua bus di jalan raya kota Beersheba, Israel selatan, Selasa kemarin. Sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan itu, yang diduga aksi bom jibaku.

LONDON - Giuseppe Cannella mempunyai kejutan besar bagi ibu mertuanya ketika dia meletakkan mesin jet di belakang kursi rodanya.

KHARTOUM - Pemerintah Sudan menyatakan, pemberontak telah menculik delapan pekerja PBB dan Palang Merah di daerah konflik Darfur, Sudan bagian barat.

GAZA - Hamas, sebuah kelompok militan Palestina, Selasa kemarin menyerukan kaum militan Irak agar segera membebaskan dua wartawan Prancis yang disandera sejak beberapa hari lalu.

CANBERRA - Partai Konservatif, yang berkuasa di Australia, menyebut Green Party (Partai Hijau) ''sinting'', Selasa kemarin.

WINA - Badan tenaga atom PBB (IAEA) memuji kerja sama Libia dalam melaporkan perlucutan program nuklirnya. Namun badan itu mengatakan, masih tetap ada permasalahan kritis mengenai apakah salinan-salinan rancangan nuklir Libia telah mencapai pasar gelap atau belum.

CAPE TOWN - Keluarga Mark Thatcher, Senin lalu, meninggalkan rumahnya di Cape Town, Afrika Selatan, menuju AS. Mark (51) ditangkap di Afsel pekan lalu atas dugaan mendanai upaya kudeta di negara Guinea Ekuator yang kaya minyak.

NEW YORK - Partai Republik ingin memperlihatkan sisi lembut mereka kepada pemilih, pada konvensi untuk mengukuhkan George W Bush sebagai kandidat untuk pemilihan presiden, November mendatang.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA