| Rabu, 01 September 2004 | SALA |
Hari Ini Pencanangan KB Berkualitas Berbasis RTWONOGIRI - Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Rabu (1/9) hari ini, secara nasional akan melakukan komando pencanangan pembangunan Keluarga Berencana (KB) sejahtera pedesaan berkualitas yang berbasis di tingkat Rukun Tetangga (RT) 2004, dalam upacara yang digelar di stadion Pringgondani Kabupaten Wonogiri. Acara nasional ini, merupakan agenda kali kedua yang dilakukan Presiden Megawati di Kabupaten Wonogiri, setelah pada Juli 2003 lalu, Kepala Negara pernah mencanangkan upaya percepatan pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan, melalui pendirian koperasi rakyat di semua komunitas masyarakat tingkat rukun tetangga (RT). Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH menyatakan, pembangunan keluarga berencana sejahtera pedesaan berkualitas, tidak digarap lagi di tingkat desa per desa, tapi lebih dipertajam lagi ke masing-masing komunitas rakyat di tingkat RT. ''Sebab yang tahu dan paham keberadaan orang miskin yang belum sejahtera itu, persisnya adalah para pengurus RT berserta masyarakat di lingkungan RT itu. Mereka paham siapa yang melarat dan perlu dibantu, karena merekalah yang paling paham keberadaan potensi orang miskin secara detail, atau secara name by name (nama orang per orang-Red),'' tandasnya. Dengan begitu diharapkan, penggarapan yang dipertajam ke tingkat RT, niscaya itu akan lebih mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Kata Bupati, untuk mencapai peningkatan kesejahteraan rakyat, upaya pembangunan ekonomi kerakyatan harus sinergi dengan pembangunan keluarga berencana. ''Pembangunan ekonomi kerakyatan tak ada artinya, bila tidak disinergikan dengan pengendalian penduduk. Mustahil upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dapat diwujudukan, manakala pertumbuhan penduduk dibiarkan meledak tanpa terkendali,'' tegas Bupati. Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Drs H Munir MM mengatakan, seiring dengan era otonomi daerah, program KB perlu melakukan aktualisasi dengan mengupayakan pendekatan pelayanan langsung pada keluarga pasangan usia subur (PUS) di masing-masing RT. ''Terlebih lagi di Kabupaten Wonogiri, yang telah lebih dulu punya Paguyuban Keluarga Berencana (PKB), dan koperasi tingkat RT,'' katanya. Di Wonogiri, ungkap Munir, memiliki 6.887 koperasi RT dan PKB serta punya potensi keluarga pasangan usia subur (PUS) sebanyak 206.610. Dari jumlah PUS ini, dicatat adanya peserta KB aktif pemakai IUD sebanyak 46.781, Medis Operasi Pria (MOP) 113, dan Medis Operasi Wanita (MOW) 12.533, pemakai inplant (7.770), suntik (78.611) pil (21.731), dan kondom (697). (P27-20r) |