logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 September 2004 SALA
Line

Pusat Kota Klaten Belum Tertata

KLATEN - Ibarat seorang gadis, wajah kota adalah parasnya. Bila parasnya terlihat cantik, maka siapa saja yang memandang akan terpesona pada kecantikannya. Namun bila wajahnya kusam tak terawat, maka orang akan mempunyai penilaian yang kurang baik.

Untuk mempercantik paras, setiap kota memperjelas mana daerah yang dianggap pusat kota. Pusat kota itu kemudian ditata agar cantik dan rapi, sehingga terkesan nyaman bagi warga masyarakat yang lalu lalang.

Klaten sebenarnya juga ingin berbenah agar terlihat cantik dan menarik. Selama ini, mana daerah pusat kota Klaten masih belum jelas.

Kalau benar pusat kota terletak di alun-alun dan sekitarnya, penataan kawasan itu masih dirasa kurang menarik.

Untuk itu, Pemkab Klaten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum mengadakan lomba desain alun-alun dengan hadiah Rp 10 juta. Sudah ada pemenangnya dan rencana realisasinya sudah dibuat. Namun lagi-lagi kendala kurangnya dana yang menjadi masalah.

Menurut Kepala DPU Klaten H Soekemi ST MM, dari hasil diskusi yang diadakan belum lama ini, pengembangan perkotaan Klaten dinilai stagnan. Saat ini, pemerintah hanya mengurus jalur hijau yang sudah ada.

"Pembangunan jalur hijau yang ada sekarang sudah dilakukan sejak 15 tahun lalu, jadi saat ini kami hanya mengurus jalur hijau yang sudah ada. Klaten itu pedesaannya maju, tapi kotanya sedang-sedang saja, pusat kotanya di mana juga belum tampak jelas,'' kata Soekemi ketika ditemui di kantornya.

Bila alun-alun dianggap sebagai pusat kota Klaten, tampilan fisiknya dirasa masih kurang menarik. Sebagai pusat kota seharusnya alun-alun mencakup beberapa fungsi di antaranya sebagai sarana olahraga, untuk upacara, untuk melakukan kegiatan keagamaan, wisata kota, dan ada pedagang kaki lima yang ditata penempatannya.

Mengundang Investor

''Kami sudah mengadakan komba desain agar penampilan alun-alun menarik, tapi Pemkab tidak punya biaya. Karena itu, kami mengundang investor, yakni CV Barata Klaten untuk mengembangkan alun-alun menjadi pusat kota,'' katanya.

Pengembangan akan dilakukan dengan menata daerah alun-alun dan sekitarnya dengan menambah berbagai fasilitas publik agar layak disebut pusat kota. Dana yang diperlukan untuk pengembangan alun-alun diperkirakan mencapai Rp 15 miliar.

Alun-alun seluas 1,5 hektare itu akan ditata. Bila saat ini, pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar, nantinya disediakan tempat khusus, sehingga keberadaan mereka tidak semrawut. Lokasi PKL akan dibangun di dekat alun-alun sebagai penunjang sarana wisata keluarga.

''Bila sudah ditata dengan apik, nanti warga Klaten bisa berolah raga di alun-alun, lari-lari atau jalan santai. Kemudian, mereka bisa menikmati hidangan yang disediakan oleh para PKL sambil menghirup udara segar,'' ujar Soekemi.(F5-80r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA