logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 September 2004 SALA
Line

Pembinaan Mental Karyawan Mendadak Dibatalkan

  • Diduga Berkait Pilbup

BOYOLALI- Pembinaan mental kepada karyawan dan perangkat desa di berbagai kecamatan Kabupaten Boyolali oleh mubaliq H Muhajir SPd mendadak dibatalkan. Hal itu menimbulkan spekulasi berkait dengan pemilihan bupati (pilbup).

Muhajir yang juga Kepala SMU Bhineka Karya itu memang mencalonkan sebagai wakil bupati berpasangan dengan mantan Kepala Diknas DIY H Ir Suhadi. Bupati dr H Djaka Srijanta, kabarnya juga mencalonkan kembali. ''Melalui pembinaan mental dikhawatirkan akan menjadi ajang kampanye,''ujar sebuah sumber, kemarin.

Pembatalan berdasarkan surat yang dikirimkan kepada Muhajir 11 Agustus. Surat pembatalan yang ditandatangani Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Drs Hadi Suyitno itu antara lain menyebutkan, sehubungan dengan padatnya kegiatan dalam rangka HUT Ke-59 Kemerdekaan RI, maka kegiatan pembinaan mental untuk sementara ditiadakan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Berdasarkan Surat Nomer 800/010/89-BKD perihal Jadwal Pembinaan Mental, Muhajir diminta memberi pembinaan mental kepada karyawan dan perangkat desa di berbagai kecamatan dan instansi. Pembinaan mental dilakukan dari 28 Juni sampai 6 Nopember di berbagai kecamatan. Di antaranya Kecamatan Sambi, Mojosongo, Juwangi, Ngemplak, Andong, Teras, Sawit, Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan, dan Kebersihan (DPUPK), dan unit Sekretariat Daerah (Setda). Namun baru empat kecamatan, mendapat surat agar tidak diteruskan.

Tak Berprasangka

Muhajir mengatakan, pembatalan juga dilakukan saat dirinya akan melakukan pembianan mental kedua kalinya di DPUPK. Kemudian 20 Agustus, pembinaan mental di luar institusi pemerintah juga dibatalkan dengan cara lisan. ''Dengan demikian sejak 28 Juni saya baru melakukan pembianan mental di empat kecamatan. Sesuai jadwal yang dikirimkan, mestinya masih ada empat kecamatan dan unit setda'' katanya.

Muhajir sama sekali tidak berprasangka buruk dan dia menerima dengan hati yang jernih. Pembatalan barangkali karena kesibukan menjelang HUT Kemerdekaan.

Kepala BKD, Hadi Suyitno belum berhasil dihubungi karena sedang mengikuti pendidikan spamen di Semarang. Adapun Kepala DPUPK Ir Moh Ashuri mengatakan, pembinaan mental di kantornya sudah dilakukan akhir Juli. Untuk selanjutnya pihaknya belum mempunyai rencana melakukan pembinaan mental.

Kepala Kantor Informasi, Komunikasi dan Kehumasan (KIKK) Dra Kristiana Purwanti menyatakan, pembatalan sama sekali tidak berkaitan dengan pilbup. Hal itu lebih disebabkan oleh kesibukan menjelang HUT Kemerdekaan RI. (shj-80r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA