logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 September 2004 SALA
Line

Dua Orang Menjadi Korban Penganiayaan

KOTA - Kasus penganiayaan dan pengeroyokan di Solo dalam sepekan terakhir cukup menonjol di wilayah hukum Polresta Surakarta. Setidaknya, setelah ada pembacokan di Kampung Turisari, Mangkubumen yang menimpa Safitri Indrawati (24) dan teman dekatnya, Ariyono Dwi (25), peristiwa serupa terjadi lagi di tempat lain.

Belum terungkapnya pelaku penganiayaan di Kampung Turisari itu, dalam cacatan di Polresta ada dua orang menjadi korban penganiayaan, yaitu Susatyo Budi Harjo (23), Puna Asmara (24).

Susatyo yang tinggal di Jalan Yos Sudarso 379 Serengan dianiaya gerombolan pemuda di depan rumahnya. Korban yang tidak mengetahui akar persoalan, tangan kiri dan pinggang kirinya terluka akibat terkena sabetan pedang.

Pengeroyokan yang terjadi Minggu (29/8) malam itu, berawal saat di luar rumah korban terdengar suara keributan. Dia keluar untuk mengetahui kegaduhan itu. Tidak tahu akar persoalan, Susatyo B Harjo justru menjadi sasaran pengeroyokan yang dilakukan gerombolan pemuda.

"Dia yang berusaha membela diri, justru menjadi korban pembacokan," kata Surono alias Gombyok, warga yang menjadi saksi atas peristiwa itu.

Diduga ada motif dendam, karena usai menganiaya korban para pemuda langsung kabur. Surono yang melihat kejadian itu tidak mengenali pelaku pembacokan. Begitu mengetahui korban mengalami luka parah, sejumlah saksi membawanya ke Rumah Sakit (RS) Kustati Pasarkliwon.

Hajatan

Di lain tempat, Puna Asmara (24) warga RT 2 RW 8 Pringgolayan, Tipes, Serengan, Senin (30/8) malam juga menjadi korban pengeroyokan. Dia yang saat itu memenuhi undangan hajatan di rumah temannya di Makambregolo RT 02 RW 07, Serengan dikeroyok beberapa pemuda.

Korban sebelum dianiaya dengan kursi dan balok, menurut saksi, sempat dipanggil berkali-kali untuk menemui para pelaku. Setelah panggilan itu dituruti, korban tiba-tiba dipukuli. "Tidak hanya tangan kosong, kursi dan benda lain dipukulkan ke kepala dan tubuh Puna Asmara," jelas Tedi, salah satu saksi.

Akibat peristiwa itu, kepala, hidung, dan kedua pelipis korban mengalami luka yang cukup serius. Keributan yang terjadi di tengah pesta itu juga diketahui saksi lain. Selain korban, beberapa saksi sempat mengenali para penganiaya. Hanya saja pemuda yang telah dikenali itu, usai menganiaya Puna Asmara langsung melarikan diri. Sesaat kemudian kejadian itu dilaporkan ke Polsekta Serengan. (G11,san-17r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA