| Rabu, 01 September 2004 | SALA |
Orang Tua Mahasiswa Mengeluh
KENTINGAN - Hari kedua pelaksanaan orientasi mahasiswa baru (Osmaru) di Kampus UNS Kentingan, Solo, muncul keluhan dari orang tua mahasiswa Fakultas Teknik (FT) mengenai pernik-pernik yang harus dibawa anaknya saat mengikuti orientasi tersebut. "Ada satu-dua orang tua yang mengeluhkan anaknya baru rampung menyiapkan perangkat yang menjadi tugas untuk osmaru hari kedua, pada pukul 02.30 dini hari. Mereka mengkhawatirkan terjadi ploncoan," ungkap Humas UNS, Drs Sunardiono. Menurut dia, orang tua itu juga mengeluh harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi pernik-pernik itu, di antaranya lima botol air kemasan satu liter dengan merek tertentu dan membuat makalah dengan bahan dari internet. Padahal, anaknya bersama para mahasiswa baru lainnya baru pulang osmaru sekitar pukul 17.00. Waktu untuk memenuhi tugas-tugas itu sangat mepet, karena harus dibawa pada hari kedua osmaru. Kemarin pagi, para calon mahasiswa itu dikabarkan harus menuntun motornya dari bulevar hingga kampus FT. Adanya keluhan-keluhan seperti itu ditanggapi pendamping Tim Monitoring Osmaru UNS, Tuhana SH MSi. Dia menyebutkan, berdasarkan pantauan hingga pukul 13.00 kemarin, pelaksanaan kegiatan tersebut cukup tertib dan tidak terjadi penyimpangan atas aturan yang ditetapkan. Klarifikasi Berdasar pantauan Suara Merdeka yang turut mengecek ke kampus FT pun tak terlihat adanya ploncoan. Sekitar pukul 10.00-11.00, para mahasiswa baru itu menonton film tentang pergerakan mahasiswa di ruang pertemuan. "Adanya laporan itu langsung saya lakukan klarifikasi ke jajaran Dekan FT, ternyata isu itu tidak benar. Pengecekan saya bersama Tim Monitoring di tingkat fakultas, tidak ada laporan kejadian yang membahayakan atau melanggar aturan. Tak ada ploncoan. Semua mahasiswa baru mengikuti program di dalam kelas," tandas Tuhana. Ketua Panitia Osmaru FT, Supriyanto juga membantah kabar tersebut. Menurut dia, saat para mahasiswa baru masuk ke lingkungan kampus, sudah ada Tim Monitoring dari unsur dosen dan mahasiswa senior yang mengawasi situasi di bulevar hingga gedung FT. "Tak ada yang disuruh menuntun motornya sambil jalan kaki," ujarnya. Soal mahasiswa pulang terlambat, Tuhana memaparkan, Senin lalu para mahasiswa baru rampung mengikuti osmaru pada pukul 17.05. Namun, sebagian besar di antara mereka masih berdiskusi di kampus bersama kelompoknya untuk memenuhi tugas-tugas. "Kalau transfer makalah dari internet itu kan termasuk kegiatan ilmiah, bukan ploncoan," tuturnya. Salah seorang mahasiswa baru FT, Yanuar DC juga mengakui, tidak ada ploncoan pada kegiatan osmaru. Menurutnya, yang muncul dalam kegiatan tersebut justru keakraban antarmahasiswa baru. "Kalau disuruh bawa air atau makanan, itu memang untuk makan kami sendiri. Sedangkan tugas membuat kokar yang ditempeli logo UNS, merupakan kreativitas. Saya sendiri menilai kokar itu kurang bagus," ungkapnya.(D11-17r) |