| Rabu, 01 September 2004 | PANTURA |
Kali Pertama SMA Negeri 1 Pekalongan Raih Medali Emas OlimpiadePEKALONGAN - Sebanyak 151 lulusan SMA Negeri 1 Pekalongan diterima di perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta favorit melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Selain itu, ada juga 21 siswa yang diterima melalui Ujian Masuk (UM) UGM serta masih banyak lulusan yang diterima melalui Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di perguruan tinggi negeri. "Untuk SPMB ini, jumlahnya belum dapat dihitung," kata Kepala SMA Negeri 1 Pekalongan Drs Abu Kholid MPd. Ditemui Suara Merdeka di ruang kerjanya, kemarin, Abu menjelaskan, jumlah siswa yang diterima melalui PMDK itu jika dibanding dengan tahun sebelumnya memang lebih rendah karena hanya 151 orang. Namun jika ditambah dengan siswa yang diterima di UGM melalui UM UGM, maka ada penambahan 21 orang sehingga seluruhnya menjadi 172 orang. Informasi yang masuk ke sekolahnya menyebutkan, dari PMDK itu yang diterima di IPB Bogor 18 orang, UNS 24 orang, dan Undip empat orang, dan lainnya diterima di universitas favorit di Jateng dan Jakarta. Medali Emas "Yang lebih menggembirakan, tahun ini SMAN 1 Pekalongan juga berhasil memperoleh medali emas untuk mata pelajaran Biologi, khususnya praktik, dan medali perunggu mata pelajaran Komputer." Medali emas olimpiade direbut dari mata pelajaran Biologi oleh Adityas Purnianto, sedangkan medali perunggu diraih oleh Andrew Pratomo untuk mata pelajaran Komputer. Adityas, putra dari pasangan Hadi Purnomo-Min Kurniati, Batang itu berhak mengikuti olimpiade tingkat dunia di Beijing, China. Abu menuturkan, dalam lomba olimpiade itu Jateng memang berhasil menjadi juara umum dengan memperoleh 33 medali, yakni 6 emas, 9 perak, dan 13 perunggu. "Kami beruntung tahun ini berhasil meraih emas. Tahun lalu belum mendapatkan emas," katanya. Keberhasilan itu, lanjut Abu, ada pengaruh dari penunjukan sekolah tersebut menjadi sekolah percontohan Kurikulum 2004 untuk wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Dengan ditunjuknya sekolah percontohan tersebut Pemkot Pekalongan memberikan bantuan untuk pengembangan pendidikan sebesar Rp 65 juta per tahun dan sudah memberikan dana pembelian perangkat komputer untuk satu ruangan senilai Rp 100 juta. Keberhasilan meraih medali itu, kata dia, tak lepas dari pembinaan sejak dini melalui jalur program kesiswaan berupa lomba bidang studi tingkat kelas. Selain itu, ada juga yang melalui jalur olahraga yang dilakukan tiap semester (A15-14n) |