| Rabu, 01 September 2004 | OLAHRAGA |
Butuh Tambahan Rp 300 Juta LebihJEPARA- Mundurnya jadwal pertandingan putaran kedua Kompetisi Divisi I PSSI membuat manajemen Laskar Kalinyamat harus mencari dana tambahan sekitar Rp 300 juta lebih untuk operasional sisa kompetisi. ''Dalam satu bulan kami harus mendapatkan dana lebih dari 300 juta,'' kata Manajer Setiyono SE di kantor Setda Pemkab Jepara, kemarin. Dana itu digunakan untuk membayar gaji sebulan kepada 26 pemain dan biaya operasional babak 6 besar di Jakarta, masing-masing sebesar Rp 150 juta. ''Dana Rp 300 juta rupiah itu pun cukup mepet, karena belum untuk biaya katering dan operasional lain yang belum dihitung''. Setiyono menjelaskan, sampai kini dana tersebut belum bisa diprediksikan kapan terealisasi. Namun Ketua Umum Persijap Drs Hendro Martojo MM akan mengusahakannya. ''Dana mudah-mudahan bisa didapatkan. Yang jelas kami harus fokus pada persiapan pertandingan 23 September melawan Persid Jember,'' ujarnya. Selain dana, mundurnya jadwal kompetisi juga memaksa manajemen merevisi semua persiapan teknis dan nonteknis di sisa kompetisi. Dari sisi teknis, pelatih mau tak mau harus menyusun kembali skala prioritas latihan. Mulai pengembalian stamina pemain, mental bertanding, feeling bertanding, penggodokan strategi, tehnik, dan taktik. Sedangkan sisi nonteknis antara lain mencakup masalah dana. Semalam, tim pelatih dan manajerial mengadakan pertemuan, membahas agenda revisi program persiapan ke depan. Pertemuan berlangsung di rumah Setiyono, Jl Kemuning no 1 Jepara. Revisi kegiatan persiapan menjelang tiga sisa pertandingan dan babak 6 besar itu merupakan bagian dari upaya untuk bisa masuk ke babak 6 besar. Persijap tetap menganggap zona persaingan masih ketat. Selain Laskar Kalinyamat, tim-tim yang memiliki peluang lolos ke 6 besar adalah Petrokimia Putra, PSDS, PSIM, Persekabpas, dan Persema . ''Mau tak mau untuk bisa lolos ke babak 6 besar, kami harus bisa menambah poin minimal empat,'' kata Setiyono. (mds-48) |