logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 September 2004 OLAHRAGA
Line

Agassi ke Babak Kedua

NEW YORK- Mantan petenis nomor wahid dunia, Andre Agassi, melenggang ke babak kedua pada turnamen grandslam AS Terbuka, setelah kemarin mengalahkan rekan senegaranya dari AS, Robby Ginepri, dengan tiga set langsung: 7-6, 6-4, 6-2.

Petenis gaek berusia 34 tahun tampil cemerlang saat bermain di lapangan Arthur Ashe. Segudang pengalamannya mampu perlawanan Ginepri yang berusia 13 tahun lebih muda darinya. Agassi tiba di New York dengan penampilan di lapangan keras yang baik, termasuk memenangi gelar Cincinnati awal bulan ini, di mana dia mengalahkan Andy Roddick dan Lleyton Hewitt.

Ginepri yang juga sempat kalah dari Agassi di babak awal dua tahun lalu, tidak dalam kondisi mood untuk meladeni permainan lawannya yang tampil dengan servis apik.

''Saya merasa bagian terbaik di malam ini adalah servis pertama saya," kata Agassi, yang sudah menjuarai delapan turnamen grandslam.

''Melawan anak muda seperti Robby, Anda perlu mengerahkan seluruh kekuatan. Percaya diri saya rendah untuk sebuah awal musim panas, tetapi saya bisa mengendalikan itu. Dan sejak di Cincinnati, saya santai dan bermain sewajarnya. Saya punya keyakinan masih bisa melakukan itu," tambahnya.

Pemain tertua di tunggal putra tersebut akan menghadapi petenis Brazil, Flavio Saretta atau Florian Mayer (Jerman) di babak kedua. Pertandingan mereka ditunda, karena turun hujan dengan kedudukan 6-4, 6-2, 5-1 untuk keunggulan Mayer.

Martin Mundur

Mantan petenis terbaik dunia lainnya, Todd Martin, mengumumkan pengunduran dirinya dari lapangan tenis, menyusul kekalahannya dari petenis Prancis, Fabrice Santoro, dalam babak pertama AS Terbuka, kemarin. Pemain seangkatan Agassi ini menyerah 4-6, 6-4, 6-4, 7-5 pada pertandingan yang digelar di Stadion Louis Armstrong.

''Ini mungkin menjadi suatu kesalahan besar. Saya mungkin akan menangis di setiap momen,'' kata Martin di hadapan para pendukungnya. Dia mengucapkan terima kasih, terutama untuk keluarga serta kelompok pendukungnya.

''Saya termasuk satu dari beberapa orang yang beruntung, yang lari ke beberapa orang yang tahu tentang permainan, peduli dan membagi pengetahuan mereka kepada saya. Tanpa Anda, saya tidak akan pernah berada di tempat utama, maka saya ucapkan terima kasih untuk semuanya," katanya.

Martin meraih dua gelar grandslam, yaitu Australia Terbuka 1994 dan AS Terbuka 1999.

Martin belum tahu apa yang dlakukannya di masa depan, tapi masih menjadikan tenis sebagai bagian hidupnya. (ant-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA