| Rabu, 01 September 2004 | OLAHRAGA |
Jacquet Kritik Desailly CsPARIS - Pensiunnya empat pemain Prancis, Marcel Desailly, Lillian Thuram, Bixente Lizarazu, dan Zinedine ''Zizou'' Zidane, tak hanya mengundang keprihatinan para pencinta sepak bola dunia. Keputusan mereka, yang sekaligus menandai akhir dari keperkasaan generasi yang telah menyumbang Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, sangat disesalkan Aime Jacquet, pelatih yang sukses membawa Prancis ke tangga juara dunia. Dia punya alasan mengapa menyesali keputusan bekas anak-anak asuhannya itu. "Tak ada generasi pemain yang mampu bertahan lama dan berhasil memenangkan banyak trofi. Kami berterima kasih kepada mereka, namun mereka belum sepenuhnya memenuhi kewajibannya," ujar pria yang kini menjabat sebagai petinggi Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) itu, kemarin. Jacquet menilai pensiun secara bersamaan itu membuat pelatih baru Raymond Domenech berada dalam posisi yang tak nyaman. Para pemain yang pensiun dari tim nasional itu mengaku sudah tak punya semangat dan kapabilitas untuk membela Prancis. "Saya bukan ingin menyalahkan keputusan Desailly cs, namun mereka seharusnya bertahan lebih lama lagi dan membantu tim untuk beradaptasi dengan pelatih baru," ungkapnya. "Mereka telah menempatkan Domenech dalam situasi yang tak nyaman, dan secara khusus saya berpikir kalau Zizou dan Lilian adalah kunci dari keputusan para pemain yang memutuskan pensiun pada saat bersamaan." Secara implisit pria berambut perak ini meminta Zidane dan Thuram untuk mengkaji kembali keputusan mereka. "Saya berpikir kalau Zidane dan Thuram menyesali keputusan mereka," ungkapnya. (rtr,A7-59) |