| Rabu, 01 September 2004 | OLAHRAGA |
Meriah tapi MenjemukanPALEMBANG - Pembukaan PON XVI yang akan dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, di Stadion Gelora Sriwijaya, Kamis sore besok diperkirakan akan berlangsung meriah, tetapi menjemukan. Hal itu terlihat dari geladi kotor Senin sore yang melibatkan 4.000 artis pendukung, dengan menampilkan berbagai atraksi dan kesenian tradisional. Geladi kotor dimulai pukul 17.30 seusai pertandingan sepak bola antara Lampung melawan Kaltim, dan secara keseluruhan baru berakhir sekitar pukul 23.30. Kalau hal itu terjadi besok sore, diperkirakan akan menjemukan peserta upacara, karena berlangsung hampir selama enam jam. Tetapi dalam penyajiannya cukup "wah" dengan lighting yang didukung kekuatan listrik sebesar 2 juta watt, sehingga kelihatan artistik. Warna warni kostum yang dikenakan oleh 4.000 artis pendukung bisa menghidupkan suasana. "Masih ada perubahan, karena ini baru geladi kotor. Dari 2 juta watt listrik yang kami butuhkan baru tersedia 1 juta. Pada hari H nanti, kebutuhan listrik yang kami perlukan akan terpenuhi," tutur Helmi Yahya, organiser dari Jakarta. Terganggu Pembawa acara kuis "Siapa Berani" di stasiun TV Indosiar ini mengaku terganggu dengan pertandingan cabang sepak bola yang kebetulan juga dimainkan di Gelora Sriwijaya. Pertandingan tersebut menggangu persiapan yang dilakukan. "Seharusnya sekitar pukul 15.30 kami sudah mulai bekerja. tapi stadion ini digunakan untuk dua kali pertandingan sepak bola sehingga jadwal kami molor cukup lama," tandasnya. Pihaknya sudah mengajukan permintaan agar pertandingan Grup A yang ditempati tim tuan rumah Sumsel, Lampung, Kaltim dan Banten dipindahkan sementara ke tempat lain. "Demikian halnya menjelang acara penututupan, kami juga terganggu. Pertandingan final sepak bola diadakan 13 September di tempat ini. Kami sangat berharap sehari menjelang pembukaan dan penutupan, stadion steril," pintanya. Menurut Helmi, saat pembukaan nanti akan hadir tiga penyanyi tenar dari Jakarta. Mereka adalah Nicky Astria, Tasya dan Ike Nurjanah. "Kami sengaja membuat suasana lain daripada yang lain. Seperti manusia roket dan pesta kembang api yang kami datangkan langsung dari AS," tambahnya. (C16-77) |