logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 September 2004 OLAHRAGA
Line

Maria Kristin Diputuskan Perkuat Jateng

  • Taufik Hidayat Tak Pasang Target

PALEMBANG- Perselisihan dua daerah, antara Jateng dan Jatim, berakhir. Sore kemarin dalam temu teknik di Hotel Roal Palembang, Jateng dinyatakan menang dalam perebutan pebulutangkis nasional Maria Kristin, kendati Jatim juga mendaftarkan pemain asal Tuban itu.

Sementara itu, permasalahan lain yang menyangkut pemain timnas Piala Uber, Gresya Polii oleh Tim Keabsahan PON diambil jalan tengah. Gresya tidak bisa memperkuat Sulut maupun Jabar. Alasannya, kedua daerah ini sama - sama mendaftarkan pemain asal Sulut yang sekarang memperkuat klub Jaya Raya DKI tersebut.

Jabar mendaftarkan Gresya karena selama persiapan PON dia selalu menerima uang pembinaan dari provinsi tersebut. Namun dalam temu teknik, PB PON mengumumkan bahwa Gresya tidak diperbolehkan turun di PON XVI. Sebelum undian untuk nomor beregu putra-putri dimulai, status kedua pemain itu sudah diumumkan di depan peserta, sehingga keputusan tersebut mustahil bisa berubah.

"Status Maria jelas. Sejak usia 14 tahun dia sudah main di klub Djarum Kudus. Walau yang bersangkutan kelahiran Jatim (Tuban-red), semua fasilitasnya ditanggung PB Djarum dan kontingen Jateng. Dia sah milik Jateng," tutur Ketua Komisi Perwasitan PB PBSI, Yulius Tete Lepta seusai memimpin temu teknik.

Kasus Maria Kristin berbeda dengan Gresya Polii, pemain asal Manado yang dibesarkan klub Jayaraya DKI tetapi didaftarkan oleh Jabar. Jabar berkeyakinan memiliki hak atas pemain tersebut karena secara rutin memberikan uang pembinaan kepada Gresya selama dia menghuni Pelatnas Cipayung.

"Masalah uang pembinaan, itu urusan Jabar dengan pemain yang bersangkutan. Dalam soal ini, Sulut yang merasa memiliki opsi kepada Gresya mempermasalahkannya. Jadi putusan tidak main untuk Jabar dan Sulut merupakan putusan yang tepat," tandas Tete Lepta.

Taufik Hidayat

Sementara itu, peraih medali emas Olimpiade Athena, Taufik Hidayat, pagi kemarin sudah mulai latihan bersama kontingen Jabar di GOR Dempo Gelora Sriwijaya Jakabaring. Tak pelak, kedatangan peraih satu - satunya medali emas untuk Indonesia ini menjadi pusat perhatian puluhan penonton yang sedang melihat latihan pagi.

Begitu keluar dari lapangan, dengan keringat masih mengucur dari sekujur tubuh, dia langsung diserbu penonton" Taufik, Taufik...." teriak mereka.

Penonton saling berebut, ada yang sekadar mengucapkan selamat, ada juga yang ingin foto bersama. Akibatnya, pemain yang baru saja menerima bonus Rp 2 miliar lebih ini kewalahan.

Kepada wartawan, Taufik tidak bersedia menyebut target untuk kontingen Jabar. Dia mengakui, kondisi puncaknya sudah dicurahkan di Athena. Di Palembang kali ini hanya tinggal sisanya. "Kali ini saya tidak ada target, karena pemain - pemain muda sekelas saya cukup banyak. Tetapi seluruh kemampuan saya tetap akan saya curahkan untuk Jabar," akunya.

Di cabang bulutangkis, tim putri Jateng menempati unggulan pertama di Grup Q bersama, Sumsel, Kalteng, Sulsel dan Lampung.

Sedangkan regu putra satu grup dengan Jatim, Sumut, Sulut dan Kalteng. Hari ini di GOR Dempo Jakabaring, regu putra Jateng akan berhadapan dengan Sulut, kemudian Maria Kristin dkk ditantang Sumsel.

"Target kami hanya berjuang untuk lolos dulu ke babak berikutnya," tutur pelatih tim Jateng, HM Anwari di ruang temu teknik, kemarin. Nomor beregu putri hanya mempertandingkan dua tunggal dan satu ganda. Anwari sudah menempatkan dua tunggal, yaitu Maria Kristin dan Maya Elfira dan ganda Leliana/Purwati. (C16-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA