| Rabu, 01 September 2004 | OLAHRAGA |
Angie Kemungkinan Bisa TampilPALEMBANG- Posisi Angelique "Angie" Widjaya menjadi perdebatan yang cukup ramai dalam acara temu teknik nomor beregu putra-putri cabang tenis lapangan di Gedung Kesehatan PT Pusri Palembang, petang kemarin. Bahkan temu teknik untuk menentukan nomor pemain itu sempat diskors selama 30 menit akibat alotnya pembicaraan mengenai pemain Jabar ini. Temu teknik berlangsung selama lima jam lebih. Padahal sampai petang kemarin, Angie yang diributkan masih berada di AS untuk mengikuti Grand Slam AS Terbuka, sementara nomor beregu putri pagi ini pukul 09.00 sudah dimainkan di lapangan tenis kompleks PT Pusri. Wakil Sekjen PB Pelti, Ferry Raturandang sudah memutuskan Angie tidak boleh tampil dengan alasan yang bersangkutan masih di luar negeri dan belum tahu kapan datangnya. Namun Jabar merasa dirugikan dengan keputusan itu, sehingga langsung protes. Pihak Jabar yakin, dalam minggu ini ada kemungkinan Angie bergabung, sehingga saat Jabar tampil pada putaran berikutnya bisa langsung dipasang. "Ada aturan yang bisa menjerat Angie, dan aturan itu berlaku di tenis internasional. Dalam waktu satu minggu, satu pemain tidak boleh turun di dua event berbeda. Sekarang dia main di AS, sehingga tidak boleh merangkap main untuk PON," tutur ofisial DKI, Deddy Prasetyo. Tetapi Jabar ternyata didukung oleh kontingen lain. Karena didukung sebagian besar peserta, PB Pelti akhirnya menarik keputusan sebelumnya. Kesepakatan akhir, bila sewaktu - waktu Angie datang bisa langsung dimainkan. "Akibat PB tidak punya aturan jelas, akhirnya seperti ini. Dari PON ke PON, permasalahannya terus seperti ini," tandasnya. Jateng Diunggulkan Sementara itu, regu putri Jateng yang hari ini akan berhadapan dengan Sumbar ditempatkan sebagai unggulan pertama. Sedangkan beregu putra akan menghadapi Banten yang diperkuat oleh Yusmawan Fahmi asal Semarang. Untuk putri, Jateng sudah mendaftarkan Wynne Prakusya, Maya Rosa, dan Lavinia Tananta. Hanya, sampai kemarin belum diputuskan siapa yang turun di nomor tunggal atau ganda. "Untuk tim putri, Jateng masih yang terbaik. Tapi untuk putra, masih ramai - ramai dengan Jatim. Jatim punya Bonit Wiryawan dan Peter Handoyo," tutur pengamat tenis, Benny Mailili di Hotel Sanjaya Palembang, semalam. Tim putra dan putri dibagi menjadi empat grup. Jateng putra di Grup B bersama Jatim dan Banten. Putri di Grup D, dua tim lainnya Jatim dan Sumbar. Dari setiap grup ada dua regu yang lolos ke putaran berikutnya. (C16-77) |