logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 September 2004 OLAHRAGA
Line

Yoshia Pujiono Sakit Batu Ginjal

SEMARANG- Hanya beberapa jam sebelum berangkat ke Palembang, Selasa (31/8) kemarin, petinju andalan Jateng Yoshia Pujiono mengalami sakit batu ginjal.

Yoshia, yang meraih medali emas dalam Kejurnas Sarung Tinju Emas (STE) Medan 2004, diharapkan segera pulih. Meski kondisinya masih sangat lemah, petinju yang akan terjun di kelas welter ringan (64kg) di PON XVI itu, kemarin tetap berangkat ke Palembang bersama rombongan Kontingen Jateng kloter (kelompok terbang) IV dari Bandara A Yani Semarang.

"Yoshia sakit batu ginjal. Padahal, pertandingan tinju akan dimulai tanggal 3 September. Kami sangat berharap kondisinya pulih dalam satu-dua hari ini," ungkap Ketua Harian Pengda Pertina Jateng Parlindungan Manik di Bandara Ahmad Yani, sebelum berangkat ke Palembang.

Menurutnya, perut Yoshia mulai terasa sakit pada Selasa dini hari. Petinju pelatnas itu langsung dibawa ke RS Elizabeth. Menurut diagnosa dokter, Yoshia menderita sakit batu ginjal. Untuk meredakan rasa sakitnya, dokter menyuntik agar batu ginjal tersebut keluar. Usaha itu membuahkan hasil. Kini Yoshia sudah lumayan membaik dan perutnya tidak nyeri lagi.

"Kondisi Yoshia akan terus dipantau dokter KONI. Mudah-mudahan makin membaik sebelum pertandingan nanti," katanya.

Tidak Bisa 100%

Parlin mengakui kondisi Yoshia tidak akan pulih 100% ketika pertandingan digelar. Waktu pemulihan yang tersedia sangat singkat, yaitu dua hari.

Meski demikian, Parlin yakin Yoshia akan berusaha sebaik mungkin dipertandingan nanti dan mempersembahkan emas bagi Jateng. "Soal peluang, tentu ada. Namun, hal itu tergantung kondisi terakhirnya. Saya yakin, Yoshia tetap akan berusaha mempersembahkan yang terbaik bagi Jateng," tuturnya.

Untuk memulihkan kondisi, Parlin tidak mau gegabah memberikan obat kepada Yoshia. Sebab, dia khawatir obat-obatan yang diberikan dokter tersebut mengandung zat yang termasuk dalam daftar doping.

Karena itu, sebelum memberikan obat, manajemen tim tinju selalu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter KONI Jateng. "Kami harus hati-hati saat memberikan obat kepada Yoshia. Kami tidak mau obat-obatan itu mengandung doping," terangnya.

"Dari beberapa obat yang diberikan dokter saat berobat kemarin, setelah kami konsultasikan kepada dokter KONI, ada satu yang tidak boleh dikonsumsi karena dikhawatirkan mengandung doping," imbuhnya.

Di PON XVI nanti, lawan-lawan Yoshia di kelas welter ringan (64kg) cukup berat. Di antaranya ada Wellem Papilaya, petinju asal DKI Jakarta. Di Kejurnas Oktober lalu di Tenggarong, Wellem berhasil mengalahkan Yoshia. Namun di Kejurnas Sarung Tinju Emas, Yoshia berhasil melakukan revans.

Kemenangan tersebut menjadi modal tersendiri bagi Yoshia untuk kembali menaklukkan Wellem di PON nanti. Selain Wellem, saingan berat lainnya adalah Toar Sompotan (Sulawesi Utara), Darman Hutahuruk (Riau) dan Timotius (Jawa Timur). (H13-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA