| Rabu, 01 September 2004 | MURIA |
3.600 Ha Padi Muda Terancam KeringPATI- Lebih kurang 3.600 hektare tanaman padi muda milik petani di wilayah Kecamatan Pati, kini terancam kering dan gagal panen. Pasalnya saat tanaman padi yang baru berumur 1-1,5 bulan itu membutuhkan air, satu-satunya suplai air dari Waduk Seloromo, Gembong tidak mencukupi. Kepala Subdin Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana Kabupaten Pati Soetarno ST mengemukakan, menghadapi kondisi seperti itu pihaknya dalam posisi dilematis. Jika sisa air waduk yang masih ada didistribusikan untuk keperluan tersebut, justru menyalahi aturan teknis. Sebab, air waduk yang ada saat ini harus dimanfaatkan untuk kepentingan ''pembasahan''. Dengan kata lain, pusat tampungan waduk tidak boleh dibiarkan kering karena bisa menyebabkan keretakan pada bagian konstruksi sehingga harus benar-benar dijaga. Idealnya sisa air untuk ''pembasahan'' waduk, sedikitnya 1 juta m3 dari kapasitas maksimal. Namun dari sisi kebutuhan petani, pihaknya terpaksa harus memberikan toleransi. Dengan demikian, dari sisa persediaan air waduk yang tinggal 1.653.000 m3, Selasa (31/8) kemarin terpaksa dialirkan lagi 1.200.000 m3, sekadar cukup untuk membasahi tanaman padi muda di Desa Sarirejo, Desa Geritan, Desa Sugiharjo, Desa Dengkek, Desa Widorokandang, dan Desa Purworejo di Kecamatan Pati. Pendistribusian air ke lahan para petani sebanyak itu adalah kali terakhir hingga 9 September mendatang. Selanjutnya sudah tidak bisa ditawar lagi karena air waduk yang tersisa tinggal 450.000 m3 adalah untuk ''pembasahan.'' Bila nanti tanaman padi petani mengalami kekeringan maka itulah risiko menanam padi pada musim kemarau. ''Mereka pun tidak bisa menuntut kami karena sebelumnya wakil dari kelompok tani pemakai air sudah membuat pernyataan yang diketahui pula oleh masing-masing kepala desa,'' paparnya. Alternatif Kendati demikian, ujar Soetarno, petani bisa mencari alternatif lain dalam upaya mendapatkan air untuk kepentingan tanaman padi miliknya. Yakni dengan membuat sumur pantek dan sistem pemompaan, jika memang tidak ingin padinya terancam kekeringan yang menyebabkan gagal panen. Pembuatan sistem pemompaan bisa dilakukan oleh para petani di Desa Sugiharjo, Desa Widorokandang, dan Desa Purworejo. Mereka dapat memanfaatkan sisa buangan air dari Pabrik Kacang Garuda dari saluran di pinggir jalan raya Pati-Juwana yang dinaikkan ke lahan dengan pompa. Hanya, hal yang sama tidak bisa dilakukan petani di Desa Geritan dan Desa Dengkek. Sebab, lokasi lahan sawah mereka berada di selatan jalan raya Pati-Juwana.(ad-90j) Kondisi Waduk SeloromoPersediaan air Waduk: 1.653.000 meter kubik Dialirkan 1.200.000 meter kubik, untuk membasahi tanaman padi muda di Desa Sarirejo, Geritan, Sugiharjo, Dengkek, Widorokandang, dan Purworejo, Kecamatan Pati. Sisa tinggal sekitar 450.000 meter kubik untuk pembasahan waduk |