logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 September 2004 KEDU & DIY
Line

Gubernur Panen Jeruk Keprok

BOROBUDUR-Gubernur Jateng H Mardiyanto kemarin membantu 15.000 batang bibit pohon Jeruk Keprok untuk petani di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Bantuan diserahkan usai panen Jeruk Keprok di Dusun Gondangan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, dalam acara sarasehan di halaman rumah Kades Girirejo, Duto Sembodo.

Bupati Magelang Ir Singgih Sanyoto mengatakan, Jeruk Keprok Grabag sebenarnya unggul. Mutunya tak kalah dengan buah impor, spesifik dan potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Magelang.

Sebagai bukti Departemen Pertanian masih mencatat Jeruk Keprok Grabag masih unggul, spesifik dan tiada duanya. Sehingga tiap Agustus selalu disertakan dalam pameran buah tropika di Istana Negara.

Keunggulan buah Jeruk Keprok Grabag terletak pada mudahnya mengupas, rasanya manis dan segar, bijinya sedikit dan aromanya khas. Berbuah dua kali dalam setahun. Harga jual di tingkat petani antara Rp 7.000 -Rp 14.000/kg.

Jeruk Keprok Grabag banyak ditanam oleh petani di wilayah Ngablak. Sedangkan penjualannya di Pasar Grabag, sehingga dikenal sebagai Jeruk Keprok Grabag. Jeruk jenis ini pernah berjaya tahun 1960-an sampai 1979. Populasinya lebih dari 75.000 batang tersebar di Kecamatan Ngablak, sebagian Pakis dan Sawangan. Saat itu produksinya dan harganya baik.

''Petani yang memiliki pohon Jeruk Keprok lima batang, tiap tahun bisa membeli sedikitnya satu ekor sapi,'' kenang Singgih.

Musibah terjadi pada 1980. Virus CVPD menyerang dan memusnahkan sebagian besar pohon Jeruk Keprok Grabag. Sehingga sekarang tinggal 3.500 pohon yang dimiliki 365 petani di Desa Bandungrejo dan Girirejo.

Selama ini pengembangannya, melalui pencangkokan. Menurut rencana, para petani di Ngablak, akan menanam 5.000 batang pohon Jeruk Keprok bantuan dari Presiden Megawati Soekarnoputeri, pada awal musim hujan tahun depan.

Gubernur Mardiyanto mengaku terkejut melihat pembudidayaan buah Jeruk Keprok di Ngablak. Semula dia mengira, pohon jeruk itu dibudidayakan di lahan perkebunan. ''Ternyata, tanaman jeruk di sini banyak ditanam di pekarangan rumah penduduk,'' katanya.

Ia mengharapkan, bantuan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya. ''Saya tak ingin mendengar lagi, setelah bantuan diterima, lalu selesai.''

Di luar dugaan, saat sesi dialog, para petani Jeruk Keprok meminta bantuan lanjutan dari gubernur, berupa dana perawatan dalam upaya pengembangan tanaman jeruk. Termasuk, untuk sewa lahan yang dijadikan untuk pembibitan. (pr-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA