| Rabu, 01 September 2004 | KEDU & DIY |
Populasi Manula MeningkatYOGYAKARTA- Umur panjang menjadi dambaan hampir setiap orang, tetapi bagaimana kondisi kesehatan fisik dan psikologik jarang menjadi renungan secara mendalam. Bahkan bagaimana daya pikir, ketergantungan dan status sosialnya juga tak pernah terpikirkan. ''Status potensial merupakan manifestasi yang didasari oleh status gizi pada peringkat molekuler. Namun bila ditinjau dari biokimia gizi, hal itu tetap menjadi misteri,'' ujar Prof Dr dr Sri Rahajoe Asj'ari ketika menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai guru besar dalam Ilmu Biokimia pada Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta. Menurut Prof Sri Rahajoe, di Indonesia populasi manula yang berusia di atas 65 tahun semakin meningkat. Beberapa faktor dapat mempengaruhi ketahanan hidup. Usia harapan hidup antardaerah tidak sama. Bahkan, usia harapan hidup penduduk Yogyakarta dan Jakarta adalah yang tertinggi dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Jumlah penderita atherosklerosis orang Jawa asli, kurang dibanding dengan jumlah penderita atherosklerosis orang Belanda yang tinggal di Jawa. Kandungan lemak diit mereka sangat berbeda. Telah dilakukan penelitian di daerah pedesaan di DIY, yaitu Kalasan, Nanggulan, dan Minggir. Dari 149 manula yang diperiksa, terdapat 37 manula berusia 60-64 tahun, 66 manula berusia 65-74 tahun, 34 manula berusia 75-84 tahun, 12 manula berusia di atas 85 tahun, termasuk seorang berusia 104 tahun. Disarankan sebagai usaha hidup sehat di hari tua di zaman modern ini antara lain adab (sopan santun, tata cara) makan yang baik, dengan komposisi, kualitas, dan kuantitas sesuai usia, aktivitas fisik, status kesehatan, dan status metabolik. Pengendalian pemaparan manusia terhadap lingkungan yang selalu dimungkinkan mengalami perubahan ke arah merugikan bagi manusia. Aktivitas fisik rutin atau olahraga yang dapat memperbaiki keseimbangan komposisi cairan tubuh dan pengendalian peningkatan biomolekuler yang proporsional. Komposisi diit selain harus proporsional dan kuantitas makronutrien yang seimbang juga disertai mikronutrien dan senyawa kimia nongizi yang jumlahnya sesuai. Meskipun ada kemungkinan regenerasi dari makro molekul dalam badan setelah mengalami oksidasi maka gaya hidup tersebut sebaiknya telah dimulai sejak awal kehidupan. Kiranya tidak ada kata terlambat bagi yang telah dewasa atau yang telah lanjut usia. (P12-85r) |