| Rabu, 01 September 2004 | KEDU & DIY |
KPU Rancang Anggaran Pilkada Rp 5,8 M
KEBUMEN- Bagai gayung bersambut. Setelah wacana pilkada secara langsung merebak dan ditanggapi positif oleh Bupati Kebumen Rustriningsih, KPU juga menyatakan kesiapannya. Menurut Ketua KPU Kebumen Teguh Purnomo SH kemarin, bila dipercaya sebagai penyelenggara, pihaknya menyatakan siap. Bahkan, pihaknya kini mulai merancang anggaran pilkada awal 2005 dengan dana Rp 5,8 miliar. Namun, Teguh masih menunggu mandat siapa yang sesuai perundangan berhak menggelar pilkada. Sambil menunggu piranti hukum dari Pusat, kini KPU Kebumen tidak ada salahnya mempersiapkan diri. Sebab, Kebumen termasuk 16 kabupaten dan kota di Jateng yang mesti menggelar pilkada pada 2005. Teguh menandaskan, mengenai kriteria dan tata tertib pilkada, sepanjang KPU diberi kepercayaan sebagai penyelenggara, siap memfasilitasi semua pihak terkait, terutama Pemkab dan DPRD bersama stake holders dengan prinsip keadilan dan objektivitas. ''Seandainya nanti mandat penyelenggara pilkada di KPU, tentu kami akan bicara dengan pihak-pihak terkait sebagai fasilitator. Kami juga menghindari jangan sampai ada pihak, kelompok masyarakat, atau calon yang dirugikan.'' Logistik Mengenai kesiapan staf hingga piranti dan logistik, menurut Teguh, hal itu tidak begitu masalah. Bahkan, kesiapan data jumlah pemilih, KPPS sampai TPS juga ada di KPU. Data-data tersebut dilengkapi oleh Pemkab dan Kantor Statistik Kebumen itu merupakan data yang dinamis dan terus diperbarui. ''Jadi, sendainya nanti awal 2005 pilkada langsung pun, kami siap menyediakan data pemilih,'' ujar Teguh. Dia mengakui, meski berpengalaman dua kali menggelar pemilu, namun ada perbedaan nuansa politik dengan pemilihan bupati. Sebab, konstituen dan calon sama-sama di Kebumen dan secara emosi juga lebih dekat. Secara terpisah Sekretaris DPC PKB Kebumen Yazid Mahfudz yang disebut-sebut ingin mencalonkan diri sebagai wakil bupati menyatakan, dirinya akan berkonsentrasi selaku anggota DPRD Jateng. Bila tidak diajak berkoalisi dengan PDI-P, pihaknya akan menyiapkan calon bupati dan akan dipasangkan dengan calon wakil bupati H Budi Utomo, mantan ketua DPRD 1999-2004, atau Drs H Cholidy Ibhar MA yang juga mantan wakil ketua DPRD dari PKB. Menurut Yazid, Budi Utomo termasuk salah satu kader PDI-P yang berhasil menjadi pimpinan DPRD dan putra daerah yang potensial untuk memimpin Kebumen ke depan. Demikian halnya figur Cholidy Ibhar. (B3-76b) |