| Rabu, 01 September 2004 | INTERNASIONAL |
Keluarga Mark Hijrah ke AmerikaCAPE TOWN - Keluarga Mark Thatcher, Senin lalu, meninggalkan rumahnya di Cape Town, Afrika Selatan, menuju AS. Mark (51) ditangkap di Afsel pekan lalu atas dugaan mendanai upaya kudeta di negara Guinea Ekuator yang kaya minyak. Putra mantan PM Inggris Margaret Thatcher itu dikenai tahanan rumah di kediamannya yang megah sampai dia membayar uang jaminan sebesar dua juta rand (sekitar Rp 2,7 miliar). Mark membantah terlibat dalam upaya kudeta terhadap Presiden Guinea Ekuator Teodoro Obiang Nguema Mbasogo. Simon Mann, kenalannya, adalah mantan perwira pasukan khusus Inggris yang Jumat lalu didakwa di Zimbabwe atas tuduhan mempersenjatai kudeta tersebut. Istri Mark yang warga Texas, Diane, dan dua putrinya meninggalkan rumah mereka Senin sore. Mereka melaju cepat melewati para wartawan yang telah menunggu dan lalu lintas pada jam sibuk dengan kendaraan mewah 4X4 yang berkaca gelap. Mereka dikawal oleh personel keamanan di mobil kedua. Keluarga itu, yang dikuntit konvoi kendaraan media, langsung menuju terminal internasional di bandara Cape Town, tempat mereka segera melewati meja check-in dan menjauh dari kamera televisi. Juru bicara keluarga itu, Lord Tim Bell, mengatakan keluarga tersebut bertolak ke AS, tempat anak-anaknya akan menuntut ilmu. Dia menjelaskan, langkah itu sudah direncanakan beberapa bulan lalu dan tidak ada hubungannya dengan penangkapan Mark. Guinea Ekuator sedang mengadili 19 orang, 14 di antaranya warga asing, atas tuduhan bersekongkol menggulingkan Presiden Mbasogo. Mbasogo telah memerintah negara penghasil minyak terbesar ketiga di sub-Sahara Afrika selama beberapa dasa warsa. Tim petuntut menuntut hukuman mati bagi salah satu dari mereka, Nick du Toit dari Afrika Selatan. Mark diperintahkan tetap berada di Afsel sambil menunggu pengadilan November mendatang. Negara Afrika Tengah itu minta izin Afsel untuk mewawancarai Mark atas dugaan menjadi salah satu penyokong utama kudeta. Polisi Afsel mengatakan Mark berencana meninggalkan negara itu sebelum ditangkap, dan rumahnya akan dijual. Mark, yang pindah ke Cape Town dari AS pada 1998 namun sering bolak-blaik antara dua negara itu, diperintahkan menyerahkan semua dokumen perjalanan dan tiket udaranya oleh hakim Afrika Selatan.(rtr-niek-46) |