| Rabu, 01 September 2004 | INTERNASIONAL |
Partai Hijau Kampanyekan Penjualan Bebas NarkobaCANBERRA - Partai Konservatif, yang berkuasa di Australia, menyebut Green Party (Partai Hijau) ''sinting'', Selasa kemarin. Pasalnya, Green dikabarkan akan membolehkan penjualan narkoba, perubahan jenis kelamin dengan dana negara, dan UU mengendarai sepeda. Namun, Selasa kemarin partai kecil tetapi berpengaruh itu membantah kabar Herald Sun tersebut. Sun mengklaim, partai itu akan berkampanye mengenai semua isu tadi menjelang pemilu 9 Oktober. Bob Brown, ketua Green, mengatakan laporan tersebut dibuat setelah koran itu melakukan kontak dengan kelompok pemikir sayap kanan pendukung PM John Howard yang berhaluan konservatif. Tulisan itu menyebutkan, partai pembela lingkungan hidup tersebut menginginkan perdagangan ekstasi dan obat-obat adiktif lainnya dibolehkan di Australia. Juga disebutkan, Green menghendaki agar perubahan ganti kelamin dijamin dalam program kesehatan pemerintah (Medicare), negara mendukung perkawinan homoseksual dan transeksual, serta penduduk Australia yang sekarang 20 juta jiwa dikurangi sampai dua juta jiwa. Brown mengatakan, partainya sedang mencari kebijakan-kebijakan alternatif, termasuk akses terkendali secara medis pada beberapa obat dan dekriminalisasi kepemilikan sejumlah kecil obat terlarang, seperti ekstasi. ''Kebijakan tersebut menunjukkan kami mencoba alternatif-alternatif yang berbeda dari kebijakan picik dan garis keras yang dibuat PM Howard,'' kilah Brown. ''Saya tidak mendukung tindakan pengedar obat terlarang. Saya juga tidak menyokong promosi ekstasi secara terbuka dan berskala besar,'' katanya. Bisa Berperan Kebijakan Partai Hijau, yang dipublikasikan Selasa kemarin, menunjukkan partai itu mendukung ''prosedur medis pergantian kelamin'' yang dijamin berdasarkan Medicare. Partai tersebut juga menyokong Australia untuk mengelola pertumbuhan penduduknya agar mendukung program kependudukan berkelanjutan secara global. Partai itu pun lebih mendukung aktivitas jalan kaki, bersepeda, dan transportasi publik, sebagai cara untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Jajak pendapat menunjukkan, partai-partai kecil seperti Green dan Demokrat bisa memainkan peran penting dalam pemilu yang menegangkan, antara koalisi Liberal-Nasional pimpinan PM Howard dan Partai Buruh (oposisi) yang berhaluan kiri tengah. Howard menyebut kebijakan-kebijakan Green, yang menduduki dua kursi di Majelis Tinggi (Senat) dan satu kursi di Majelis Rendah, ''sangat aneh''. Koalisinya memanfaatkan klaim-klaim aneh tersebut untuk menyerang partai itu. ''Jangan serahkan suara Anda kepada partai sinting,'' kata Wakil PM John Anderson, dalam suatu pernyataan. Menteri Konservasi Ian Macdonald menambahkan: ''Partai Hijau mempromosikan agenda sayap kiri''. Tikus Pembohong Sementara itu, kredibilitas PM John Howard diuji kembali, kemarin, ketika seorang anggota kabinetnya terpaksa membantah laporan media bahwa dia pernah menggambarkan Howard sebagai ''tikus pembohong''. Partai Buruh yang berhaluan kiri tengah, memanfaatkan ketidakjujuran Howard sebagai salah satu tema penting dalam kampanyenya untuk pemilihan 9 Oktober. Dikatakan, PM itu telah menjerumuskan Australia ke kancah perang di Irak. Partai oposisi itu juga terus membeberkan kisah bohong yang menyebutkan para pencari suaka memanfaatkan anak-anak untuk mendukung upaya mereka memperoleh perlindungan. Suatu penyidikan parlemen mengenai cerita para pencari suaka tersebut, akan dibuka kembali, Rabu ini. (Howard diketahui amat anti pada pencari suaka dan pengungsi. Dia mencari segala cara untuk menolak kedatangan mereka). Seorang mantan penasihat pertahanan juga akan memberikan kesaksian. Dia mengklaim, Howard - menjelang kemenangannya pada pemilu 2001 - bersikukuh bahwa kisah itu benar. ''Padahal, kisah tersebut bohong belaka,'' katanya. Nine Network melaporkan Senator George Brandis, anggota Partai Liberal yang berhaluan konservatif pimpinan Howard, menggambarkan pemimpinnya itu sebagai ''tikus pembohong'' (rtr-ben-30) |